55tv.co.id – Kabar kurang sedap datang dari pasar pangan nasional. Memasuki perdagangan pada Kamis (5/11/2026), masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok yang merangkak naik secara signifikan. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hampir seluruh komoditas utama, mulai dari bumbu dapur hingga sumber protein, mengalami tren kenaikan harga yang cukup mengkhawatirkan.

Related Post
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling drastis adalah kelompok cabai. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah kini telah menembus angka Rp115.350 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat tajam, yakni mencapai 17,64 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh jenis cabai lainnya. Cabai merah keriting mencatatkan kenaikan paling tinggi di angka 25,73 persen, sehingga harganya kini berada di level Rp105.300 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau tidak kalah naik dengan kenaikan sebesar 10,39 persen, yang membuat harganya menyentuh Rp87.650 per kilogram. Fenomena ini tentu menjadi tantangan berat bagi para pedagang makanan dan ibu rumah tangga yang sangat bergantung pada bumbu pedas ini.
Tak hanya cabai, kelompok bumbu dapur lainnya seperti bawang juga ikut merangkak naik. Bawang merah mengalami kenaikan sebesar 23,11 persen hingga mencapai harga Rp45.550 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih juga mengalami penyesuaian harga dengan kenaikan sebesar 7,52 persen menjadi Rp41.450 per kilogram.
Kenaikan harga juga merambah ke sektor pangan pokok, yakni beras. Berbagai tingkatan kualitas beras terpantau mengalami kenaikan harga. Untuk beras kualitas bawah I, harganya naik 6,69 persen menjadi Rp15.950 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II naik 7,43 persen menjadi Rp15.900 per kilogram. Pada segmen beras medium, kualitas medium I naik 3,59 persen menjadi Rp17.300 per kilogram, sementara kualitas medium II naik 3,94 persen menjadi Rp17.150 per kilogram. Bahkan untuk beras kualitas super II, kenaikan tipis sebesar 1,71 persen tetap terjadi dengan harga Rp17.800 per kilogram.
Sektor protein hewani pun tidak luput dari badai kenaikan harga. Harga daging ayam ras tercatat naik 10,32 persen menjadi Rp43.300 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi mengalami kenaikan yang cukup terasa di kantong konsumen. Daging sapi kualitas I kini dibanderol Rp166.800 per kilogram, naik 8,77 persen. Untuk daging sapi kualitas II, harganya berada di angka Rp155.950 per kilogram setelah mengalami kenaikan sebesar 8,15 persen.
Kenaikan serentak pada berbagai komoditas pangan ini diprediksi akan berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat secara keseluruhan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab utama dari lonjakan harga yang terjadi secara masif di berbagai sektor pangan tersebut.










Tinggalkan komentar