Angka Pengangguran RI Turun Drastis

Angka Pengangguran RI Turun Drastis

55tv.co.id – Kabar baik datang dari sektor ketenagakerjaan di tanah air. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang positif. Meski demikian, di balik penurunan angka pengangguran tersebut, terdapat fenomena menarik terkait pergeseran status pekerjaan masyarakat yang kini lebih banyak merambah ke sektor informal.

COLLABMEDIANET

Merujuk pada laporan resmi BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Agustus 2026 berada di angka 4,75 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Agustus 2025, angka ini mengalami penurunan sebesar 0,10 persen poin. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa penyerapan tenaga kerja di Indonesia terus bergerak maju.

Angka Pengangguran RI Turun Drastis
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa total penduduk yang masuk dalam kategori pengangguran saat ini mencapai 7,38 juta orang. Angka tersebut mencerminkan kondisi ketenagakerjaan nasional yang secara persentase lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sempat menyentuh angka 4,85 persen.

Secara lebih mendalam, BPS mencatat bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia telah mencapai angka yang cukup besar, yakni 155,37 juta orang. Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,99 juta orang telah terserap ke dalam dunia kerja, sementara sisanya sebanyak 7,38 juta orang masih berstatus mencari pekerjaan atau menganggur.

Jika membandingkan data tahun ke tahun, terlihat adanya pertumbuhan yang signifikan pada jumlah penduduk yang bekerja. Terjadi peningkatan sebanyak 1,44 juta orang pekerja jika dibandingkan dengan Agustus 2025. Di sisi lain, jumlah pengangguran berhasil ditekan hingga berkurang sebanyak 77 ribu orang.

Terkait sektor mana yang paling dominan dalam menyerap tenaga kerja, sektor pertanian masih memegang peran utama dengan kontribusi sebesar 28,20 persen. Menyusul di posisi berikutnya adalah sektor perdagangan besar dan eceran yang menyerap 17,86 persen tenaga kerja, serta sektor industri yang berkontribusi sebesar 13,75 persen.

Namun, ada catatan penting yang perlu diperhatikan oleh para pengamat ekonomi. Meskipun secara jumlah absolut pekerja formal mengalami kenaikan sebanyak 410 ribu orang (dari 61,84 juta menjadi 62,25 juta orang), namun secara persentase, proporsi pekerja formal justru mengalami penurunan. Pada Agustus 2026, persentase pekerja formal tercatat sebesar 42,07 persen, turun dari angka 42,20 persen pada tahun sebelumnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun lapangan kerja tersedia, sebagian besar masyarakat cenderung beralih ke sektor informal untuk memenuhi kebutuhan hidup. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memastikan kualitas pekerjaan yang diterima masyarakat tetap stabil dan memiliki jaminan sosial yang memadai di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar