55 NEWS – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menyatakan pembangunan Giant Sea Wall bukan sekadar proyek, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan jutaan jiwa di pesisir utara Jawa, khususnya Jakarta. Rumah-rumah warga di wilayah tersebut kini terancam tenggelam akibat penurunan muka tanah yang signifikan dan naiknya permukaan air laut karena pemanasan global. Pernyataan ini disampaikan AHY saat ditemui di Kantor Kementerian PU pada Jumat (9/5/2025), berdasarkan informasi yang dihimpun 55tv.co.id.

Related Post
"Kita harus menyelamatkan masyarakat di utara Jakarta dan utara Jawa dari ancaman banjir rob yang terus meningkat. Banyak rumah warga yang kini sudah berada di bawah permukaan laut," tegas AHY. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan solusi cepat dan terukur sebelum bencana yang lebih besar terjadi.

Namun, proyek ambisius ini menghadapi tantangan besar, yaitu pendanaan. AHY mengakui bahwa APBN tak mampu menanggung seluruh biaya pembangunan Giant Sea Wall. Strategi pemerintah, lanjut AHY, adalah menggandeng investor swasta. Untuk menarik minat investasi, pemerintah akan menawarkan insentif yang menarik, termasuk imbal hasil yang menjanjikan.
Lebih lanjut, AHY menjelaskan peluang bisnis yang terbuka bagi sektor swasta. Lahan di atas tanggul laut nantinya dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan, mulai dari kawasan hunian, jalan tol, hingga objek wisata. "Dengan desain yang tepat, proyek ini bisa saling menguntungkan. Sektor swasta bisa mendapatkan keuntungan dari pengembangan lahan di atas tanggul, sementara masyarakat terlindungi dari bencana banjir," jelas AHY. Skema kerjasama ini diharapkan mampu meringankan beban APBN dan mempercepat realisasi proyek vital ini. Keberhasilan proyek ini akan menentukan masa depan pesisir utara Jawa dari ancaman tenggelam.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar