55 NEWS – Rapat Dewan Pengurus Harian (RPH) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Menara Kadin, Jakarta Selatan, kemarin, membahas isu krusial yang menentukan nasib perekonomian nasional. Bukan hanya membahas perkembangan terkini dunia usaha, rapat tersebut juga membahas strategi jitu menjaga stabilitas dan menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang tak menentu.

Related Post
Andi Yuslim Patawari, Wakil Ketua Umum Wilayah Kalimantan Kadin Indonesia sekaligus Sekjen DPP Partai Perindo, mengungkapkan bahwa rapat tersebut menghasilkan sejumlah perencanaan strategis ke depan. "Ini rapat harian Kadin yang dipimpin langsung Ketua Umum. Kita mendiskusikan dan melaporkan berbagai kegiatan terkini serta rencana masa depan. Kita semua sepakat bahwa perekonomian Indonesia adalah tanggung jawab bersama," tegas Andi Yuslim kepada awak media, Jumat (9/5/2025).

Lebih jauh, Andi Yuslim menekankan pentingnya penguatan otoritas Kadin. Ia berharap pemerintah memberikan Kadin wewenang yang lebih besar untuk menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah. "Kadin perlu menjadi perantara yang kuat dalam isu ekonomi, baik terkait regulasi, pemberdayaan, maupun peningkatan usaha, termasuk UMKM," tambahnya.
Yang mengejutkan, Andi Yuslim juga membocorkan bahwa Kadin masih bernegosiasi intensif dengan Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Negosiasi ini difokuskan pada penyelesaian masalah tarif impor yang sempat menjadi ganjalan di masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Hasil negosiasi ini akan sangat menentukan iklim investasi dan perdagangan Indonesia dengan AS ke depannya. Pertanyaannya, akankah negosiasi ini membuahkan hasil yang menguntungkan Indonesia? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar