55 NEWS – Jakarta – Masyarakat yang menantikan pencairan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 2 tahun 2025, bersiaplah! Periode pencairan untuk tahap ini meliputi bulan April, Mei, dan Juni 2025. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui terkait besaran dan validasi data penerima.

Related Post
Besaran Bansos PKH bervariasi, mulai dari Rp600.000 hingga Rp3 juta, tergantung pada kategori penerima manfaat (KPM). Sementara itu, nominal Bansos BPNT adalah Rp200.000 per bulan, yang dicairkan setiap tiga bulan sekali, sehingga totalnya menjadi Rp600.000.

Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi anggaran untuk bansos PKH, Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP) masih sama dengan data terakhir di bulan Maret, yaitu masing-masing sebesar Rp7,3 triliun, Rp10,9 triliun, dan Rp1,5 triliun. Keterlambatan penyaluran bansos ini disebabkan oleh pemerintah yang masih menunggu validasi penerima Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSE).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya penguatan DTSE sebagai langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan implementasi urusan wajib bidang sosial. Menurutnya, DTSE adalah landasan kebijakan dan intervensi yang akurat.
"Undang-undang sudah mengatur ada enam urusan wajib layanan dasar, salah satunya adalah urusan sosial. Tapi kenyataannya, urusan sosial masih sering tertinggal. Karena itu saya mengajak semua kepala daerah untuk bersama-sama memperkuatnya," ujar Saifullah, seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSE diterbitkan sebagai upaya untuk memastikan data menjadi pondasi yang kuat. "Tanpa data yang akurat, intervensi tidak akan tepat sasaran," tegasnya.
Data DTSE akan terus divalidasi secara berkala karena data sosial bersifat dinamis. "Tiap hari ada yang lahir, meninggal, pindah rumah. Maka, saya minta dukungan bupati, wali kota, dan kepala dinas sosial untuk memastikan data ini terus diperbarui," pungkasnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar