55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan serangkaian insentif ekonomi yang akan digulirkan pada periode Juni-Juli 2025. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global dan bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Total anggaran yang dialokasikan untuk lima program insentif ini mencapai Rp24,44 triliun.

Related Post
Salah satu program utama adalah penebalan bantuan sosial (bansos) Kartu Sembako. Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebagai stimulus ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa paket stimulus ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen pada kuartal II-2025.

"Dalam rangka merespons dampak global hari ini, Bapak Presiden memutuskan memberi paket stimulus agar paket pertumbuhan ekonomi dijaga momentumnya dan stabilitas diperkuat," ujar Sri Mulyani usai rapat di Kantor Presiden, Senin (2/6/2025).
Presiden Prabowo menekankan pentingnya penyaluran bansos yang tepat sasaran. Pemerintah akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama. DTSEN telah dikukuhkan melalui Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025 dan wajib menjadi acuan bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan dan program pemberdayaan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan, "Presiden ingin apa yang diberikan ini (bantuan) tepat sasaran, sampai kepada mereka yang memang membutuhkan dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah." Dengan demikian, diharapkan bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar