
Artikel Berita:

Related Post
55 NEWS – Auckland, Selandia Baru – Dunia bisnis Selandia Baru dikejutkan dengan munculnya nama baru di puncak daftar orang terkaya. Lucy Liu, Co-founder dan Presiden Airwallex, sebuah perusahaan fintech yang tengah naik daun, dinobatkan sebagai wanita terkaya di Selandia Baru pada tahun 2025. Kekayaannya diperkirakan mencapai USD700 juta atau setara dengan Rp11,3 triliun, berdasarkan laporan terbaru dari The National Business Review (NBR).
Lucy Liu berhasil menggeser posisi Anna Mowbray, pendiri perusahaan mainan Zuru, yang kini memiliki kekayaan senilai USD500 juta atau sekitar Rp8 triliun. Dalam daftar miliarder Selandia Baru, Lucy Liu menduduki peringkat 30, sementara Anna Mowbray berada di posisi 47.
Laporan kekayaan yang dirilis pada Senin (9/6/2025) tersebut juga menempatkan Nick dan Mat Mowbray, petinggi Zuru, di posisi teratas, menggeser Graeme Richard Hart dari Rank Group yang telah lama mendominasi sebagai konglomerat terkaya di negara tersebut.
Kisah sukses Lucy Liu bermula dari sebuah kedai kopi di Melbourne, Australia. Setelah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di China, Lucy Liu justru mendapatkan ide brilian untuk mendirikan Airwallex. Perusahaan teknologi finansial (fintech) ini kini menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia-Pasifik, dengan valuasi mencapai triliunan rupiah.
"Dalam waktu singkat, Airwallex, perusahaan fintech unicorn ini, berhasil mengumpulkan dana sebesar USD400 juta dari investor-investor terkemuka, termasuk DST Global, Sequoia Capital China, dan Tencent," ungkap John Kang, editor majalah Forbes, pada Rabu (11/6/2025).
Lahir di China utara dan tumbuh besar di Shanghai, Lucy Liu pindah ke Auckland pada usia 12 tahun. Ia menempuh pendidikan di St Cuthbert’s College sebelum melanjutkan studinya di bidang keuangan di University of Melbourne. Karier profesionalnya dimulai sebagai konsultan investasi di China International Capital Corporation (CICC), mengikuti jejak ayahnya yang berkecimpung di dunia saham dan investasi. Sementara ibunya berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak. Kisah inspiratif Lucy Liu membuktikan bahwa ide sederhana yang lahir dari sebuah kedai kopi dapat mengubah jalan hidup seseorang dan bahkan mengguncang peta kekayaan sebuah negara.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar