55 NEWS – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah menyiapkan langkah besar untuk merestrukturisasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik dan asuransi. Rencana ambisius ini bertujuan untuk menciptakan entitas bisnis yang lebih efisien, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi negara.

Related Post
Saat ini, terdapat 18 BUMN yang bergerak di bidang logistik dan 16 BUMN di sektor asuransi. Namun, Danantara melihat adanya potensi besar untuk meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN-BUMN tersebut melalui konsolidasi.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam (fundamental business review) terhadap seluruh BUMN yang terlibat. Hasilnya, Danantara berencana untuk menggabungkan 18 BUMN logistik menjadi satu perusahaan raksasa.
"Kita melakukan pengonsolidasian daripada bisnis kita, yang tadinya tadi logistiknya ada 18, nanti menjadi 1 perusahaan logistik yang size-nya cukup besar. Kemudian juga memberikan nilai tambah yang signifikan buat Danantara," ujar Dony di Jakarta.
Selain sektor logistik, Danantara juga menyoroti kondisi BUMN asuransi. Dony menjelaskan bahwa banyak BUMN asuransi yang beroperasi dalam skala kecil dan kurang kompetitif dibandingkan dengan perusahaan swasta. Oleh karena itu, konsolidasi juga menjadi opsi yang dipertimbangkan untuk menciptakan perusahaan asuransi BUMN yang lebih kuat dan mampu bersaing di pasar.
Langkah konsolidasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi tumpang tindih bisnis, dan menciptakan sinergi yang akan mendorong pertumbuhan BUMN secara keseluruhan. Dengan demikian, BUMN-BUMN yang telah dikonsolidasikan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar