55 NEWS – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk perubahan susunan direksi dan komisaris perusahaan. RUPST ini juga menyetujui Laporan Tahunan Direksi, Laporan Keberlanjutan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang sama.

Related Post
Pada tahun 2024, IATA mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan. Pendapatan usaha mencapai USD117,89 juta, dengan laba bersih sebesar USD7,68 juta. Margin EBITDA perusahaan juga tercatat solid, yakni sebesar 19,13%.

Dari sisi operasional, IATA berhasil meningkatkan produksi batu bara secara signifikan. Volume produksi mencapai 4.071.081 MT, naik 11,23% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3.660.098 MT. Sementara itu, volume penjualan dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikelola perusahaan mencapai 3.663.566 MT.
Per akhir tahun 2024, IATA memiliki cadangan batu bara yang cukup besar, mencapai 294.230.000 MT. Untuk tahun 2025, perusahaan menargetkan produksi batu bara sebesar 4.200.000 MT. Target ini diharapkan dapat tercapai melalui optimalisasi produksi dari IUP PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE), seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Komitmen perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri batu bara juga menjadi faktor pendorong pencapaian target tersebut. Informasi mengenai susunan terbaru direksi dan komisaris hasil RUPST akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak perusahaan melalui keterbukaan informasi di 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar