55 NEWS – Kabar mengejutkan datang dari industri penerbangan. Jetstar Asia, maskapai penerbangan yang melayani rute-rute di kawasan Asia Tenggara, secara resmi menghentikan seluruh operasionalnya. Dampaknya tak main-main, sekitar 500 karyawan Jetstar Asia harus menerima kenyataan pahit terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penutupan ini.

Related Post
Keputusan pahit ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi yang dilakukan oleh Qantas Group, perusahaan induk Jetstar. Meskipun Jetstar Asia ditutup, Qantas tetap mempertahankan dua unit bisnis lainnya, yaitu Jetstar Airways yang beroperasi di Australia dan Selandia Baru, serta Jetstar Japan.

Menurut CEO Jetstar Asia, John Simeone, pihaknya telah berupaya membantu para karyawan yang terdampak PHK. Lebih dari separuh dari 900 lamaran kerja yang diajukan oleh para karyawan tersebut telah mendapatkan tawaran kerja atau setidaknya undangan wawancara.
"Sebagian telah direkrut di lounge Bandara Changi atau sektor pariwisata lainnya. Kami tetap optimistis semua staf akan mendapat tempat yang layak," ujar Simeone seperti dikutip 55tv.co.id, Senin (4/8/2025).
Penerbangan terakhir Jetstar Asia tercatat lepas landas dari Bandara Changi, Singapura, menuju Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan 3K685 pada Kamis (31/7/2025). Penutupan Jetstar Asia ini tentu menjadi pukulan telak bagi industri penerbangan di Asia Tenggara, sekaligus menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi sektor ini.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar