55 NEWS – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Abadi Poernomo, menyambut baik peluncuran perdana Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur yang terbuat dari campuran minyak jelantah. Menurutnya, produksi bioavtur di Kilang Cilacap ini merupakan hadiah istimewa dari Pertamina untuk menyongsong HUT ke-80 Republik Indonesia, sebuah langkah maju menuju kemandirian dan swasembada energi.

Related Post
"Ya, bisa dibilang ini kado HUT RI. Ini adalah langkah positif dari Pertamina. Jika kita ingin mencapai swasembada energi, kita harus aktif mencari alternatif energi selain bahan bakar fosil," ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

Abadi menekankan bahwa pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF adalah langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ketersediaan minyak jelantah yang melimpah di Indonesia menjadi modal penting. Ia menambahkan, banyak negara lain juga telah memanfaatkan bioavtur dari minyak jelantah.
"Sangat bisa. Volume minyak jelantah kita sangat besar. Namun, yang penting adalah konsistensi," tegasnya.
Abadi mencontohkan, jika SAF tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, ketersediaan serupa juga harus dipastikan di Surabaya. "Kita harus menetapkan bahwa semua bandara di Indonesia harus menyediakan SAF, kecuali jika masih dalam tahap uji coba," jelasnya.
Ia meyakini bahwa kualitas SAF dari minyak jelantah produksi Pertamina telah memenuhi standar penerbangan yang ketat. "Rencana kita untuk SAF adalah menggunakan minyak jelantah sebesar 2 persen. Garuda Indonesia telah mengujinya dalam penerbangan Jakarta-Semarang dan hasilnya positif, tidak ada masalah," pungkasnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar