Terungkap! Deretan Saham Boncos di Tengah Euforia IHSG, Ada Apa?

Terungkap! Deretan Saham Boncos di Tengah Euforia IHSG, Ada Apa?

55 NEWS – Di tengah euforia penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat 4,84% ke level 7.898,37 pada periode 11-15 Agustus 2025, sejumlah saham justru mencatatkan kinerja minor dan masuk dalam daftar top losers. Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi?

COLLABMEDIANET

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) menjadi sorotan utama sebagai top loser dengan penurunan harga saham yang cukup signifikan, yakni sebesar 27,00%, dari Rp1.000 menjadi Rp730 per saham. Penurunan tajam ini tentu membuat investor bertanya-tanya mengenai fundamental perusahaan konstruksi tersebut.

 Terungkap! Deretan Saham Boncos di Tengah Euforia IHSG, Ada Apa?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain NRCA, saham PT Super Energy Tbk (SURE) juga mengalami nasib serupa dengan koreksi sebesar 25,75% ke level Rp3.230. Selanjutnya, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menyusul dengan penurunan 24,49% ke harga Rp222 per saham.

Tekanan jual juga menghantui saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) yang merosot 16,79% ke Rp544, serta PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang melemah 16,04% ke Rp1.230. Bahkan, saham sektor keuangan seperti PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) turut tergelincir 13,19% ke Rp408, dan PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) turun 11,93% ke Rp775.

Berikut adalah daftar lengkap 10 saham top losers selama periode 11-15 Agustus 2025 berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI):

  1. PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA)
  2. PT Super Energy Tbk (SURE)
  3. PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI)
  4. PT Shield On Service Tbk (SOSS)
  5. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU)
  6. PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA)
  7. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
  8. PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK)
  9. PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (NUMI)
  10. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)

Analis pasar modal menilai, fenomena top losers di tengah penguatan IHSG ini menunjukkan adanya stock picking yang ketat dari investor. Mereka cenderung memilih saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek cerah, sementara saham-saham yang kurang menarik ditinggalkan. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi, serta mempertimbangkan faktor risiko dan potensi keuntungan dari setiap saham.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar