Aceh Tamiang Gempar! Proyek Huntara Raksasa Segera Berdiri, Bukan Sekadar Tempat Tinggal Biasa, Tapi Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana! Apa Rahasianya?

Aceh Tamiang Gempar! Proyek Huntara Raksasa Segera Berdiri, Bukan Sekadar Tempat Tinggal Biasa, Tapi Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana! Apa Rahasianya?

55 NEWS – Jakarta – Di tengah upaya masif pemulihan pasca-bencana, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di Provinsi Aceh. Langkah strategis ini bukan sekadar respons kemanusiaan, melainkan juga injeksi vital bagi roda ekonomi lokal yang terhenti akibat dampak bencana. Direktorat Jenderal Prasarana Strategis memastikan bahwa proyek vital ini akan segera terwujud.

COLLABMEDIANET

Data terkini dari Kementerian PU per 28 Desember 2025 menunjukkan skala kerusakan yang masif. Sebanyak 47.149 unit rumah di tiga provinsi terdampak banjir bandang dan tanah longsor mengalami kerusakan berat. Dari total tersebut, 29.542 unit (sekitar 62,7%) akan diakomodasi melalui pembangunan huntara, sementara 17.057 unit sisanya menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai solusi finansial sementara.

Aceh Tamiang Gempar! Proyek Huntara Raksasa Segera Berdiri, Bukan Sekadar Tempat Tinggal Biasa, Tapi Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana! Apa Rahasianya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa proyek huntara ini merupakan pilar krusial dalam transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan ekonomi dan sosial. "Kami bekerja erat dengan BNPB untuk memastikan percepatan konstruksi," ujar Menteri Dody, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Fokus utama saat ini tertuju pada Aceh Tamiang, sebuah keputusan yang didasari oleh kesiapan lahan yang optimal. "Dalam dua hari terakhir, kami telah merampungkan pematangan lahan, dan hari ini, satu blok huntara percontohan diharapkan sudah dapat berdiri," jelas Menteri Dody dalam pernyataan resminya pada Rabu (31/12/2025), yang juga dimuat di 55tv.co.id.

Khusus di Provinsi Aceh, total 38.169 unit rumah mengalami kerusakan parah. Pemerintah menargetkan pembangunan 28.236 unit huntara, mencakup sekitar 74% dari total kerusakan, sementara 9.996 unit sisanya akan menerima bantuan Dana Tunggu Hunian.

Progres pembangunan di Aceh Tamiang, tepatnya di Kompleks DPRK–Kantor Bupati, menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga 30 Desember 2025 pukul 11.00 WIB, satu blok huntara yang terdiri dari 12 unit modular telah menyelesaikan pekerjaan kerangka (frame). Tahap selanjutnya adalah pemasangan atap (erection) dan panel dinding, menandakan percepatan yang luar biasa dalam proyek ini. Diperkirakan, proyek ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan memutar roda ekonomi di sektor konstruksi, memberikan harapan baru bagi masyarakat terdampak.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar