Alarm Ekonomi Berbunyi! Setelah Turbo dan Dex Melambung, Giliran Pertamax Siap Ikut Meroket? Ini Bocoran dari Kementerian ESDM!

55 NEWS – Kabar terbaru mengenai dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kembali menyita perhatian publik pada Rabu, 22 April 2026. Setelah Pertamina Patra Niaga secara resmi menaikkan tarif untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak Sabtu, 18 April 2026, kini muncul sinyal kuat dari pemerintah terkait potensi penyesuaian harga tahap kedua. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah, apakah Pertamax, yang saat ini masih stabil, akan turut menyusul dalam gelombang kenaikan berikutnya?

COLLABMEDIANET

Langkah penyesuaian harga pada 18 April lalu menjadi indikator awal gejolak pasar energi domestik. Berdasarkan informasi yang dihimpun 55tv.co.id, Pertamax Turbo mengalami lonjakan signifikan dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Tak ketinggalan, Dexlite juga melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, diikuti oleh Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter. Kenaikan ini tentu saja memicu kekhawatiran di kalangan konsumen, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada mobilitas.

Alarm Ekonomi Berbunyi! Setelah Turbo dan Dex Melambung, Giliran Pertamax Siap Ikut Meroket? Ini Bocoran dari Kementerian ESDM!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Merespons dinamika ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan isyarat adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi tahap selanjutnya. Menurut Bahlil, keputusan ini akan sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah global. "Penyesuaian harga tahap berikutnya kita lihat penyesuaiannya. Kalau harganya turun, ya nggak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian," jelas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin, seperti dikutip 55tv.co.id. Pernyataan ini menggarisbawahi sensitivitas pasar domestik terhadap pergerakan harga komoditas global.

Menariknya, di tengah kenaikan harga jenis premium, Pertamina masih mempertahankan harga untuk Pertamax di angka Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Demikian pula dengan BBM bersubsidi, Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah hanya dapat menjamin stabilitas harga untuk BBM bersubsidi. "Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM nonsubsidi, itu ada penyesuaian harga. Kan yang bisa negara jamin, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah BBM subsidi," pungkasnya, memberikan penekanan pada perbedaan perlakuan regulasi antara kedua kategori BBM tersebut.

Kebijakan penyesuaian harga ini berlandaskan pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan turunan dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Regulasi ini memberikan ruang bagi penyesuaian harga secara berkala sesuai dengan kondisi pasar dan biaya produksi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar