55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan hari ini, Jumat (13/2/2026), dengan performa yang kurang menggembirakan. Indeks acuan tersebut langsung tertekan, melemah 25,34 poin atau setara 0,31 persen, dan parkir di level 8.240. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar yang mencermati pergerakan bursa di tengah sentimen yang belum stabil.

Related Post
Tekanan jual tampak mendominasi sejak bel pembukaan berbunyi. Data menunjukkan, sebanyak 419 saham emiten mengalami koreksi harga, menandakan sentimen negatif yang cukup kuat dan masif. Sementara itu, hanya 153 saham yang berhasil menguat, dan 133 saham lainnya terpantau stagnan, tidak menunjukkan perubahan signifikan. Disparitas ini menggambarkan betapa beratnya sesi pembukaan bagi sebagian besar instrumen investasi yang diperdagangkan.

Hingga pukul 09.18 WIB, aktivitas transaksi di lantai bursa telah mencatatkan nilai yang substansial. Total transaksi tercatat mencapai Rp2,691 triliun, melibatkan perputaran 6,797 miliar saham. Angka ini menunjukkan partisipasi pasar yang aktif meskipun dalam kondisi indeks yang melemah, mengindikasikan adanya pergeseran portofolio atau aksi ambil untung di beberapa saham.
Pergerakan negatif IHSG hari ini seolah melanjutkan tren dari hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026), IHSG juga berakhir di zona merah, terkoreksi 0,31 persen ke level 8.265. Konsistensi pelemahan ini menjadi sinyal penting bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian pasar. Analis pasar dari 55tv.co.id menyarankan agar investor tetap memantau perkembangan ekonomi makro dan sentimen global yang berpotensi mempengaruhi pergerakan bursa lebih lanjut, serta melakukan diversifikasi portofolio untuk memitigasi risiko.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar