Ancaman ‘Godzilla El Nino’ di Depan Mata! Bapanas Beri Sinyal Mengejutkan soal Ketahanan Pangan Nasional: Apakah Kita Benar-benar Siap?

Ancaman 'Godzilla El Nino' di Depan Mata! Bapanas Beri Sinyal Mengejutkan soal Ketahanan Pangan Nasional: Apakah Kita Benar-benar Siap?

55 NEWS – Jakarta, Minggu (29/03/2026) – Proyeksi fenomena iklim ekstrem ‘Godzilla El Nino’ yang diungkap Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai April 2026 telah menyulut kekhawatiran di sektor pertanian nasional. Prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering di Indonesia berpotensi menekan produksi pangan secara signifikan. Namun, di tengah bayang-bayang ancaman tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tampil meyakinkan, mengklaim ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi yang sangat aman dan tangguh.

COLLABMEDIANET

Pemerintah, melalui Bapanas, menilai bahwa cadangan pangan yang tersedia saat ini cukup kuat untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah potensi gangguan iklim yang ekstrem. Pernyataan ini diharapkan dapat meredakan kecemasan publik dan pelaku usaha di sektor pangan.

Ancaman 'Godzilla El Nino' di Depan Mata! Bapanas Beri Sinyal Mengejutkan soal Ketahanan Pangan Nasional: Apakah Kita Benar-benar Siap?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mencemaskan pasokan pangan nasional. Menurutnya, analisis neraca pangan menunjukkan posisi stok yang amat solid. "Kalau kita bicara ketersediaan, kita tidak perlu khawatir. Berdasarkan proyeksi neraca pangan kita, posisi stok sangat kuat," ujar Ketut dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id, Minggu (29/03/2026).

Ia merinci, "Tahun lalu carry over stock kita sekitar 12,4 juta ton, kemudian saat ini cadangan pangan di Bulog sekitar 4,22 juta ton." Angka ini, lanjutnya, menjadi bantalan kuat yang krusial untuk menghadapi fluktuasi pasokan akibat dampak El Nino.

Tak hanya beras, komoditas strategis lain seperti jagung dan minyak goreng juga dilaporkan dalam kondisi aman. Stok jagung tercatat mencapai 155 ribu ton, sementara minyak goreng tersedia hingga 117 ribu kiloliter, cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan masyarakat.

Dari sisi produksi, tren pasokan pangan nasional juga menunjukkan penguatan signifikan. Aktivitas tanam dan panen telah berlangsung intensif sejak awal tahun di berbagai daerah, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada panen raya bulan April mendatang. Kondisi ini diharapkan semakin memperkokoh cadangan pangan nasional di tengah tantangan iklim yang diprediksi akan datang.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar