55 NEWS – Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali dihadapkan pada ancaman serius pasca-banjir bandang susulan yang melanda pada 31 Desember lalu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperingatkan bahwa potensi tanah longsor di wilayah tersebut masih sangat tinggi, terutama mengingat perubahan struktur tanah yang menjadi lebih lunak. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas infrastruktur vital dan aktivitas ekonomi lokal, menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap konektivitas dan pergerakan logistik.

Related Post
Menyikapi situasi genting ini, Kementerian PUPR menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat. Seluruh sumber daya dikerahkan guna mendukung penanganan bencana di Agam, khususnya pada sektor konektivitas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian, pengelolaan sumber daya air, serta penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak. "Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi, demi meminimalkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas," ujar Menteri PUPR Dody Hanggodo, seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Sabtu (3/1/2026).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menambahkan bahwa potensi longsor susulan masih tergolong sangat tinggi, khususnya di kawasan strategis Kelok 28 yang kini menimbun banyak material longsoran. Koordinasi intensif terus dijalin dengan Pemerintah Kabupaten Agam serta aparat di lapangan untuk mitigasi risiko dan percepatan pemulihan. Dalam upaya penanganan darurat, dukungan alat berat telah dimobilisasi secara signifikan. Saat ini, dua unit alat berat dari Polri, satu unit dari BWS, serta satu unit wheel loader dari PUPR Kabupaten telah beroperasi. BWS juga berencana menambah dua unit alat berat lagi, dengan satu unit dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 dan satu unit lainnya pada 6 Januari 2026, menunjukkan keseriusan dalam pemulihan infrastruktur vital.
Selain fokus pada infrastruktur, aspek kemanusiaan juga menjadi prioritas utama. Masyarakat terdampak di wilayah Kecamatan Tanjung Raya telah direlokasi ke hunian sementara (huntara) di Palembayan, Kabupaten Agam. Kementerian PUPR turut memobilisasi satu unit Mobile Treatment Unit (MTU) dan lima unit hidran umum untuk menjamin ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah krisis. Situasi di Agam tetap menjadi perhatian utama pemerintah, dengan upaya pemulihan yang terus digencarkan untuk mengembalikan stabilitas dan konektivitas wilayah pasca-bencana, sekaligus menjaga denyut nadi perekonomian lokal.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar