Ancaman Nyata Ekonomi Nasional! Menteri UMKM Gebrak Meja: Bukan Modal, Tapi ‘Kekotoran’ Pasar Akibat Impor Ilegal Bikin Produk Lokal Mati Kutu! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ancaman Nyata Ekonomi Nasional! Menteri UMKM Gebrak Meja: Bukan Modal, Tapi 'Kekotoran' Pasar Akibat Impor Ilegal Bikin Produk Lokal Mati Kutu! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

55 NEWS – Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, secara blak-blakan mengungkapkan akar masalah yang sesungguhnya menghambat UMKM untuk naik kelas di Indonesia. Bukan soal akses pembiayaan atau kurangnya pelatihan, melainkan serbuan masif barang impor ilegal yang membuat pasar domestik menjadi ‘kotor dan jorok’. Pernyataan tegas ini disampaikan Maman dalam sebuah pertemuan media di kantornya pada Jumat, 27 Februari 2026.

COLLABMEDIANET

Menurut Maman, persepsi bahwa UMKM kesulitan berkembang karena minimnya akses permodalan atau pelatihan adalah keliru. Ia menegaskan bahwa dari sisi pembiayaan, pemerintah telah memberikan dukungan luar biasa. Akses pembiayaan bagi UMKM saat ini mencapai angka fantastis Rp1.600 triliun, sebuah peningkatan signifikan jika dibandingkan dua dekade lalu. "Saya ingin tekankan, dari aspek pembiayaan, tidak ada lagi isu. Dukungan sudah sangat meningkat," ujar Maman.

Ancaman Nyata Ekonomi Nasional! Menteri UMKM Gebrak Meja: Bukan Modal, Tapi 'Kekotoran' Pasar Akibat Impor Ilegal Bikin Produk Lokal Mati Kutu! Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Persoalan krusial, lanjut Maman, justru terletak pada kondisi pasar. Ia menggambarkan betapa pasar Indonesia kini dibanjiri produk impor ilegal, khususnya dari China, yang membuat produk UMKM lokal kesulitan bersaing. "Pasar Indonesia ini sudah becek, kotor, dan jorok," tegasnya dengan nada prihatin. "Sebagus apa pun kita membantu UMKM hari ini, misalnya dengan pembiayaan atau pelatihan, mereka bisa memproduksi, tapi pada akhirnya mereka tidak bisa menjual barangnya karena kalah saing dengan produk impor murah yang membanjiri pasar."

Maman juga menyoroti praktik ‘under-invoicing’ yang marak dalam aktivitas perdagangan internasional. Ia menemukan adanya disparitas data yang mencolok antara nilai impor yang dicatat oleh Indonesia dengan data ekspor yang dilaporkan oleh negara asal barang, seperti China. Fenomena ini mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk menghindari pajak dan bea masuk, yang semakin memperparah kondisi pasar domestik dan merugikan produsen lokal.

Situasi ini, menurut Maman, adalah tantangan serius bagi keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM nasional. Tanpa penanganan serius terhadap serbuan barang ilegal dan praktik curang dalam perdagangan, upaya pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi kerakyatan akan sia-sia.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar