55 NEWS – Proyeksi cerah menyelimuti industri ban nasional, yang diperkirakan akan terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di tahun-tahun mendatang. Di tengah bayang-bayang tantangan ekonomi global dan domestik, segmen kendaraan listrik (EV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) muncul sebagai motor penggerak utama, menjanjikan potensi jangka panjang yang menggiurkan bagi para pelaku pasar. Pergeseran preferensi konsumen menuju ban berperforma tinggi menjadi indikator kuat transformasi pasar otomotif, seiring dengan akselerasi elektrifikasi kendaraan yang tak terhindarkan.

Related Post
Peningkatan adopsi kendaraan listrik, permintaan akan ban berukuran lebih besar yang menjadi standar bagi SUV modern, serta kebutuhan akan produk yang lebih efisien dan tahan lama, secara kolektif mendorong evolusi industri ban. Ini mencakup inovasi di sisi manufaktur, pengembangan teknologi mutakhir, hingga penyesuaian strategi pasar baik di kancah domestik maupun global untuk menangkap peluang pertumbuhan ini.

Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, menegaskan optimisme perusahaannya dalam menghadapi lanskap pasar yang dinamis. "Memasuki tahun 2026, kami tetap sangat optimis terhadap prospek industri ban di Indonesia, meskipun kondisi ekonomi masih penuh tantangan. Pertumbuhan signifikan permintaan ban untuk kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi yang kokoh bagi strategi kami untuk fokus pada segmen berpertumbuhan tinggi," ungkap Choi, dalam pernyataan yang diterima 55tv.co.id pada Senin (2/2/2026).
Choi menambahkan, di tengah tekanan konsumsi domestik yang masih terasa, Hankook terus memperkuat posisinya melalui ekspansi regional dan kolaborasi strategis dengan mitra di Asia Tenggara. Strategi ini, menurutnya, merupakan respons adaptif terhadap dinamika ekonomi global dan domestik, dengan fokus pada efisiensi operasional dan penyesuaian taktik sesuai karakteristik unik pasar lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain segmen EV dan SUV yang menjadi primadona, perlambatan pasar kendaraan baru justru membuka peluang di segmen ban pengganti (replacement). Kecenderungan konsumen untuk mempertahankan kendaraan mereka lebih lama secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan ban pengganti yang berkualitas. Tidak hanya itu, segmen kendaraan niaga, khususnya ban untuk truk dan bus, juga memberikan kontribusi substansial terhadap pendapatan industri. Pendekatan di segmen ini mencakup layanan purna jual komprehensif serta solusi yang mendukung efisiensi biaya operasional armada, menjadikannya pilar penting dalam pertumbuhan industri ban nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar