Ancaman Tak Terduga di Cincin Api: Askrindo Ungkap Strategi ‘Anti-Guncangan’ yang Jamin Ekonomi RI Tetap Berdenyut!

Ancaman Tak Terduga di Cincin Api: Askrindo Ungkap Strategi 'Anti-Guncangan' yang Jamin Ekonomi RI Tetap Berdenyut!

55 NEWS – Posisi geografis Indonesia yang berada di ‘Cincin Api’ tak hanya menyajikan keindahan alam, namun juga menyimpan potensi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dan kelangsungan dunia usaha. Di tengah meningkatnya frekuensi risiko force majeure, mulai dari bencana alam, serangan siber, hingga disrupsi sistem global, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengambil langkah strategis dengan memperkuat sistem ketahanan operasionalnya melalui Business Continuity Management System (BCMS).

COLLABMEDIANET

Sebagai bagian integral dari Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), inisiatif Askrindo ini menjadi pilar utama dalam menjamin keberlanjutan layanan krusial bagi nasabah dan pemangku kepentingan. Ini adalah upaya mitigasi proaktif terhadap potensi gangguan tak terduga yang dapat melumpuhkan aktivitas bisnis dan merugikan berbagai pihak.

Ancaman Tak Terduga di Cincin Api: Askrindo Ungkap Strategi 'Anti-Guncangan' yang Jamin Ekonomi RI Tetap Berdenyut!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

R Mahelan Prabantarikso, Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, menegaskan bahwa dalam lanskap bisnis modern, risiko force majeure bukanlah sesuatu yang dapat dihindari, melainkan harus dikelola secara sistematis. "Risiko memang tak bisa dihindari. Namun, melalui BCMS, kami memastikan bahwa Askrindo memiliki panduan dan prosedur yang jelas untuk menjaga kelangsungan proses bisnis saat insiden terjadi," ujar Mahelan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/2/2026), seperti dikutip 55tv.co.id. Ia menambahkan, "Yang terpenting, BCMS harus terus dilatih dan dibudayakan agar menjadi respons otomatis saat dibutuhkan, bukan hanya sekadar dokumen."

Penguatan BCMS di Askrindo secara spesifik diarahkan untuk memitigasi spektrum risiko yang luas. Ini mencakup ancaman dari ‘natural hazard’ seperti gempa bumi yang kerap melanda wilayah nusantara, banjir, dan kebakaran, hingga risiko ‘man-made’ yang semakin kompleks seperti serangan siber yang mengancam integritas data dan sistem, serta gangguan teknologi informasi lainnya.

Untuk memastikan efektivitas sistem, serangkaian simulasi dan uji coba komprehensif telah dilaksanakan di berbagai kantor cabang Askrindo. Hasilnya menunjukkan bahwa kerangka keberlanjutan bisnis ini terbukti tangguh dan mampu beroperasi secara efektif, bahkan saat menghadapi insiden nyata seperti gempa bumi yang sempat mengganggu operasional di beberapa area. "Dengan perencanaan yang matang dan sistem yang teruji, kami dapat menjamin bahwa layanan esensial kepada nasabah tetap berjalan tanpa hambatan signifikan, bahkan di tengah situasi krisis," pungkas Mahelan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar