APBN 2025 Terancam! Penerimaan Negara Merosot, Defisit Menggunung?

APBN 2025 Terancam! Penerimaan Negara Merosot, Defisit Menggunung?

55 NEWS – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober 2025 memunculkan kekhawatiran. Target penerimaan negara yang belum tercapai dan defisit APBN yang membengkak menjadi sorotan utama. Data terbaru menunjukkan belanja negara telah terserap Rp2.593,0 triliun, atau 75,5% dari proyeksi. Sementara itu, defisit APBN mencapai Rp479,7 triliun, setara 2,02% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit keseimbangan primer pun tercatat pada level Rp45,0 triliun.

COLLABMEDIANET

Penerimaan Pajak Jauh dari Harapan

 APBN 2025 Terancam! Penerimaan Negara Merosot, Defisit Menggunung?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu penyebab utama kekhawatiran ini adalah penerimaan pajak yang belum optimal. Hingga Oktober 2025, setoran pajak baru mencapai Rp1.459 triliun, atau hanya 70,2% dari target yang diproyeksikan sebesar Rp2.076,9 triliun. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana penerimaan pajak mencapai Rp1.517,5 triliun. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengakui bahwa kinerja penerimaan pajak masih di bawah ekspektasi.

Sektor Pajak Berguguran

Penurunan penerimaan pajak terjadi di hampir semua komponen. PPh Badan tercatat Rp237,56 triliun (turun 9,6% year-on-year/yoy), PPh Orang Pribadi & PPh 21 Rp191,66 triliun (minus 12,8%), PPh Final, PPh 22, PPh 26 Rp275,57 triliun (minus 0,1%), PPN & PPnBM Rp556,61 triliun (minus 10,3%), dan Pajak lainnya Rp197,61 triliun (tumbuh 42,3%). Penurunan PPN & PPnBM, menurut Suahasil, disebabkan oleh tingginya restitusi.

Pendapatan Negara Tertekan

Secara keseluruhan, pendapatan negara hingga 31 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp2.113,3 triliun, atau 73,7% dari target. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mengoptimalkan penerimaan negara dan mengendalikan defisit APBN agar tidak semakin membebani perekonomian. Pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi tantangan ini agar APBN dapat tetap menjadi instrumen yang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar