Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub ‘Genjot’ Skema TBB, Akankah Efektif Redam Kerugian Ekonomi Akibat Antrean Panjang di Lintas Sumatera-Jawa? Ini Penjelasannya!

Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub 'Genjot' Skema TBB, Akankah Efektif Redam Kerugian Ekonomi Akibat Antrean Panjang di Lintas Sumatera-Jawa? Ini Penjelasannya!

55 NEWS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menyiapkan strategi mitigasi untuk mengantisipasi potensi lonjakan signifikan pada arus balik Lebaran 2026, khususnya di lintas penyeberangan krusial Sumatera-Jawa. Fokus utama tertuju pada optimalisasi skema ‘Tiba Bongkar Berangkat’ (TBB), sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu mempercepat pergerakan logistik dan penumpang menuju Pelabuhan Merak.

COLLABMEDIANET

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa prioritas pemerintah kini telah bergeser dari penanganan arus mudik menuju pengelolaan arus balik. "Puncak arus mudik telah berhasil kita lalui. Saat ini, konsentrasi penuh kami adalah memastikan arus balik dapat dikelola dengan lebih baik, respons yang lebih sigap, serta strategi yang lebih matang untuk meminimalisir dampak ekonomi dari kemacetan," ujar Dudy dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub 'Genjot' Skema TBB, Akankah Efektif Redam Kerugian Ekonomi Akibat Antrean Panjang di Lintas Sumatera-Jawa? Ini Penjelasannya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Evaluasi mendalam terhadap implementasi skema TBB selama arus mudik menunjukkan bahwa efektivitasnya belum maksimal, lantaran baru diterapkan pada 3 hingga 4 dermaga. Untuk menghadapi arus balik, Kemenhub menargetkan perluasan cakupan TBB hingga mencakup 5 sampai 6 dermaga. Ekspansi ini krusial untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan secara signifikan, yang pada gilirannya akan mempercepat proses bongkar muat kapal dan menekan potensi antrean kendaraan, khususnya dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Skema TBB ini dinilai menjadi kunci vital dalam menjaga kelancaran operasional dan efisiensi waktu perjalanan.

Selain optimalisasi TBB, pemerintah juga menyiapkan serangkaian langkah pendukung komprehensif. Ini termasuk penguatan buffer zone dan penerapan delaying system di wilayah Sumatera. Mekanisme ini dirancang untuk menahan laju kendaraan sebelum memasuki area pelabuhan, guna mencegah penumpukan dan kepadatan di dermaga. Tak hanya itu, Kemenhub juga membuka opsi penggunaan lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudera (KBS) sebagai jalur darurat. Langkah diversifikasi rute ini diharapkan mampu memecah konsentrasi kepadatan arus utama, menjaga kelancaran distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi potensi kerugian ekonomi akibat keterlambatan.

Dengan berbagai strategi terpadu ini, Kemenhub optimis arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih terkendali, aman, dan lancar, meminimalkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar