55 NEWS – Di tengah akselerasi digitalisasi dan tingginya mobilitas ekonomi, kartu kredit telah menjelma menjadi instrumen finansial esensial yang menawarkan kecepatan, keamanan, dan fleksibilitas dalam bertransaksi. Namun, kemudahan ini tak luput dari bayang-bayang ancaman kejahatan siber yang kian canggih. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai salah satu pilar perbankan nasional, secara proaktif menyerukan kepada seluruh nasabahnya untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengincar data pribadi dan informasi perbankan, khususnya terkait kartu kredit.

Related Post
Dhanny, Corporate Secretary BRI, menekankan bahwa gelombang masif transaksi non-tunai yang menjadi tulang punggung ekonomi modern harus diimbangi dengan kesadaran kolektif dalam memitigasi risiko kejahatan finansial. Ia membeberkan beberapa taktik licik yang patut diwaspadai, meliputi phishing (penipuan daring untuk mencuri data), skimming (pencurian data kartu secara fisik), dan social engineering (manipulasi psikologis). Modus-modus ini dirancang untuk membobol informasi pribadi dan data transaksi keuangan nasabah yang bersifat sangat rahasia, berpotensi menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.

"Kartu kredit memang menawarkan efisiensi dan fleksibilitas tak tertandingi dalam ekosistem pembayaran, baik untuk transaksi luring maupun daring," jelas Dhanny. "Namun, setiap kemudahan ini wajib diimbangi dengan kewaspadaan proaktif dari nasabah dalam mengamankan data pribadi dan detail kartu kredit mereka guna mencegah potensi penyalahgunaan yang merugikan." Sebagai manifestasi komitmen tak tergoyahkan BRI terhadap keamanan finansial nasabah, pihak bank secara tegas mengingatkan agar kerahasiaan data kartu kredit selalu dijaga ketat. Informasi krusial seperti Nomor Kartu, tanggal kedaluwarsa (EXP Date), dan kode keamanan CVV tidak boleh diungkapkan kepada pihak mana pun, dalam kondisi apa pun.
Dhanny menambahkan, "BRI secara eksplisit menegaskan bahwa kami tidak akan pernah meminta data yang bersifat sangat rahasia, seperti CVV (tiga digit angka verifikasi di balik kartu kredit) atau OTP (One-Time Password, kode otentikasi transaksi yang dikirimkan ke nomor ponsel terdaftar nasabah), melalui saluran komunikasi apa pun, baik itu telepon, pesan singkat (SMS), maupun email." Ini adalah garis pertahanan pertama yang harus dipahami setiap nasabah untuk mengidentifikasi upaya penipuan.
Dengan demikian, di era transaksi digital yang serba cepat ini, peran aktif nasabah dalam menjaga keamanan data finansial mereka menjadi krusial. BRI melalui 55tv.co.id terus berkomitmen untuk menyediakan sistem perbankan yang aman, namun kewaspadaan pribadi adalah kunci utama untuk membentengi diri dari ancaman kejahatan siber yang terus berevolusi. Lindungi aset finansial Anda, pahami risikonya, dan bertransaksilah dengan cerdas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar