Badai Geopolitik Mengancam Ekonomi Indonesia: Rupiah Terancam Anjlok, Dana Asing Kabur! Mari Elka Pangestu Ungkap Strategi Penyelamatan Mendesak!

Badai Geopolitik Mengancam Ekonomi Indonesia: Rupiah Terancam Anjlok, Dana Asing Kabur! Mari Elka Pangestu Ungkap Strategi Penyelamatan Mendesak!

55 NEWS – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melalui Wakil Ketuanya, Mari Elka Pangestu, mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi gejolak ekonomi yang dapat menghantam Indonesia. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, yang dikhawatirkan memicu efek domino global, terutama inflasi yang melonjak, depresiasi nilai tukar Rupiah, hingga eksodus modal asing (capital outflow). Peringatan ini disampaikan Mari dalam sebuah forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

COLLABMEDIANET

Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi besar memicu kenaikan harga minyak global. Kenaikan ini, pada gilirannya, diperkirakan akan terus memicu inflasi domestik yang signifikan dalam beberapa waktu ke depan. Inflasi yang tinggi akan memiliki dampak langsung pada stabilitas moneter Indonesia, mengingat eratnya hubungan antara inflasi dengan kekuatan nilai tukar Rupiah. Selain itu, Mari juga menyoroti risiko capital outflow yang tak terhindarkan. Para pemilik dana cenderung menarik investasinya dari pasar yang dianggap berisiko tinggi demi keamanan aset mereka, terutama jika eskalasi konflik semakin menajam.

Badai Geopolitik Mengancam Ekonomi Indonesia: Rupiah Terancam Anjlok, Dana Asing Kabur! Mari Elka Pangestu Ungkap Strategi Penyelamatan Mendesak!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Jika kita mencermati dampak dari kenaikan harga minyak akibat konflik ini, efek yang paling kentara adalah lonjakan inflasi. Dan jika inflasi melonjak, maka akan sangat sulit bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan," ujar Mari, menjelaskan dilema kebijakan moneter yang mungkin dihadapi.

Menyikapi ancaman ini, Mari Elka Pangestu menggarisbawahi urgensi mitigasi risiko dari eskalasi geopolitik global. Ia mendesak Kementerian Keuangan untuk menerapkan kebijakan fiskal yang prudent dan disiplin guna memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pemberian stimulus ekonomi yang terarah dan efektif juga dianggap krusial untuk mendongkrak daya beli serta konsumsi masyarakat, yang merupakan pilar penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Secara global, Mari menyarankan agar Indonesia segera melakukan diversifikasi pasar ekspor, terutama menjauhi negara-negara yang berpotensi terdampak langsung oleh konflik. Apabila ketidakpastian di kawasan Timur Tengah terus berlanjut, Indonesia perlu mengalihkan fokus pasar ke wilayah lain seperti Eropa atau kawasan yang lebih stabil.

"Jangan lupakan potensi besar di kawasan kita sendiri, yaitu ASEAN. Kita memiliki perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang melibatkan kekuatan ekonomi seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Ini semua adalah pasar yang sangat bisa kita manfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor kita," pungkas Mari, menekankan pentingnya strategi regional dalam menghadapi tantangan global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar