55 NEWS – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membawa PT Bank Jakarta melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Bank Jakarta membutuhkan tambahan modal sekitar Rp3 triliun untuk merealisasikan ambisi tersebut.

Related Post
Pramono, sebagai pemegang saham mayoritas, menekankan pentingnya peningkatan level Bank Jakarta dari Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 menjadi tier 3. Langkah ini dianggap krusial untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas Bank Jakarta dalam melayani kebutuhan masyarakat.

"Sebagai pemegang saham mayoritas, saya menugaskan jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta untuk segera naik tingkat," tegas Pramono, Senin (23/6/2025).
IPO dipandang sebagai solusi utama untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut. "Caranya bagaimana? IPO. Dan kalau IPO tadi katanya kurang Rp3 triliun, dengan sederhana pasti akan bisa terpenuhi," imbuhnya. Langkah IPO ini diharapkan dapat menarik minat investor dan memberikan suntikan dana segar yang signifikan bagi pengembangan Bank Jakarta ke depan.
Dengan IPO ini, Bank Jakarta diharapkan dapat meningkatkan layanan, memperluas jangkauan, dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian Jakarta. Masyarakat pun menantikan gebrakan Bank Jakarta di pasar modal. Informasi lebih lanjut mengenai rencana IPO ini dapat diakses melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar