55 NEWS – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas energi nasional, bahkan di tengah tantangan terberat. Setelah bencana melanda yang menyebabkan keterbatasan akses jalan, perusahaan pelat merah ini sukses mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat, 19 Desember 2025. Keberhasilan ini menjadi krusial untuk memastikan roda perekonomian lokal tetap berputar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi, seperti dilaporkan oleh 55tv.co.id.

Related Post
Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara, menjelaskan strategi logistik yang ditempuh. Pengangkutan BBM vital ini dimulai dari Integrated Terminal Medan, menempuh jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor. Pesawat khusus tersebut mengantarkan pasokan energi dari Bandara Kualanamu, Medan, langsung menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, sebuah langkah inovatif untuk mengatasi hambatan geografis pasca-bencana.

Sesampainya di Bandara Rembele, BBM kemudian dipindahkan dengan sigap oleh petugas ke armada mobil tangki berukuran medium, berkapasitas 8.000 liter (8 KL). Pemilihan mobil tangki berukuran sedang ini bukan tanpa alasan; tujuannya adalah untuk mempermudah manuver dan adaptasi di jalur darat yang masih terbatas dan rusak akibat dampak bencana. Dari sana, pasokan didistribusikan secara merata ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta posko penanganan bencana di wilayah Bener Meriah dan Takengon.
"Proses distribusi BBM dari Bandara Rembele menuju Aceh Tengah, meskipun melalui jalur darat yang menantang, berhasil ditempuh dalam waktu sekitar satu jam," terang Fahrougi pada Minggu (21/12/2025). Ia menambahkan bahwa kondisi jalur tersebut, saat ini, "relatif aman dan dapat dilalui oleh mobil tangki," menandakan upaya pemulihan infrastruktur yang juga berjalan paralel.
Total 29.500 liter BBM berhasil tiba di Takengon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.500 liter yang terdiri dari Pertalite dan Biosolar dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan vital masyarakat melalui SPBU. Alokasi ini menjadi fundamental untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi bagi aktivitas sehari-hari warga.
Sementara itu, 16.000 liter BBM jenis Pertalite dan Biosolar disalurkan untuk mendukung operasional posko penanganan darurat. Pasokan ini sangat krusial bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komando Distrik Militer (Kodim) dalam menjalankan misi penanganan pascabencana, mulai dari evakuasi hingga distribusi bantuan.
Penyaluran BBM ini menjangkau empat SPBU strategis, meliputi dua SPBU di Kabupaten Bener Meriah dan dua lainnya di Takengon. "Kami sangat berharap pasokan energi ini dapat secara signifikan menjaga kebutuhan energi bagi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan akses jalan yang masih menjadi tantangan," pungkas Fahrougi. Keberhasilan operasi logistik ini menegaskan peran krusial Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar