55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan tegas mengenai ketahanan pangan nasional, bahkan di tengah upaya pemulihan pasca-bencana banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi masyarakat, memastikan bahwa pasokan beras tetap aman dan terkendali, sekaligus menepis kekhawatiran akan potensi gejolak pangan.

Related Post
Amran mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat, mencapai lebih dari 3 juta ton. "Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton," ujarnya pada Sabtu (17/1/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan, kondisi ini berlaku merata di seluruh Indonesia, termasuk di provinsi-provinsi yang baru saja menghadapi dampak bencana. Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada strategi jangka panjang.

Khusus untuk Aceh, Mentan Amran menegaskan bahwa stok beras di sana sangat memadai, bahkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga sampai enam bulan ke depan. Ini menjadi bukti nyata kesiapan pemerintah dan Bulog dalam mengantisipasi potensi gejolak pasokan pangan di daerah terdampak. Saat ini, sekitar 70 ribu ton beras masih tersimpan di gudang Bulog Aceh, seiring dengan percepatan penyerapan gabah dari petani lokal yang terus digalakkan.
Secara regional, total stok beras yang dikelola Perum Bulog di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 106,7 ribu ton. Aceh mendominasi dengan 71,3 ribu ton, diikuti Sumatera Utara 25,7 ribu ton, dan Sumatera Barat 9,7 ribu ton. Di skala nasional, cadangan beras Bulog tercatat fantastis, mencapai 3,35 juta ton, yang terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Angka-angka ini menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di pasar, memberikan kepastian bagi konsumen dan pelaku usaha.
Amran juga menekankan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada penanganan darurat pasca-bencana, melainkan juga pada percepatan pemulihan sektor pertanian. Langkah ini krusial untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang, sehingga ketahanan pangan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar