55 NEWS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunjukkan ketegasan sikapnya pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bahlil berjanji akan menindak keras perusahaan tambang yang terbukti melanggar aturan dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

Related Post
Bahlil, yang mengunjungi langsung para korban bencana pada Rabu, 3 Desember 2025, menyatakan bahwa ia tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran dalam sektor pertambangan. "Sebagai Menteri ESDM, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak akan pandang bulu," ujarnya dengan nada geram. Ia bahkan membawa serta Dirjen Minerba untuk memastikan tindakan tegas diambil terhadap perusahaan yang tidak mematuhi standar operasional pertambangan yang telah ditetapkan.

Di hadapan para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, Bahlil berjanji untuk memberantas tambang ilegal dan mencabut izin perusahaan yang tidak beroperasi sesuai aturan. Ia menginstruksikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin pertambangan yang ada. Perusahaan yang terbukti melanggar, tidak tertib, atau bertindak di luar koridor yang seharusnya, akan menghadapi konsekuensi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Saya yakinkan sekali lagi, untuk di pertambangan kalau ada yang menjalankan tidak sesuai dengan aturan dan standar pertambangan Saya tidak segan-segan untuk mencabut," tegas Bahlil, memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dalam menegakkan aturan di sektor pertambangan.
Langkah tegas Menteri Bahlil ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik penambangan ilegal di seluruh Indonesia. Pemerintah bertekad untuk memastikan bahwa kegiatan pertambangan dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan negara.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar