Bikin Melongo! IATA Ungkap Penjualan Batu Bara 2025 Capai Angka Fantastis, Nyaris Penuhi Target! Bagaimana Strategi 2026 di Tengah Ketidakpastian RKAB?

Bikin Melongo! IATA Ungkap Penjualan Batu Bara 2025 Capai Angka Fantastis, Nyaris Penuhi Target! Bagaimana Strategi 2026 di Tengah Ketidakpastian RKAB?

55 NEWS – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) berhasil membukukan kinerja penjualan batu bara yang signifikan sepanjang tahun 2025, mencapai 3,38 juta metrik ton (MT). Angka ini menunjukkan kekuatan operasional perusahaan, meskipun realisasi tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari target produksi yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perseroan. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat pada Jumat, 9 Januari 2026, di mana manajemen IATA juga memaparkan pandangan mereka terhadap prospek tahun mendatang.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama MNC Energy Investments, Suryo Eko Hadianto, menjelaskan secara rinci capaian tahun 2025. Menurutnya, dari sisi rencana produksi yang tertuang dalam RKAB 2025 sebesar 4,2 juta MT, IATA berhasil merealisasikan produksi sebesar 3,379 juta MT, atau sekitar 80 persen dari target. Suryo juga menambahkan, untuk aktivitas coal getting, target RKAB 2025 adalah 4,38 juta MT, dengan realisasi mencapai 3,559 juta MT, atau sekitar 81 persen dari perencanaan awal. "Data ini mencerminkan upaya maksimal perseroan dalam menghadapi dinamika pasar dan tantangan operasional sepanjang tahun tersebut," ujar Suryo kepada awak media.

Bikin Melongo! IATA Ungkap Penjualan Batu Bara 2025 Capai Angka Fantastis, Nyaris Penuhi Target! Bagaimana Strategi 2026 di Tengah Ketidakpastian RKAB?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menatap tahun fiskal 2026, IATA telah menyiapkan proyeksi produksi. Namun demikian, Suryo menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat indikatif dan sangat bergantung pada proses persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Kami sedang dalam proses pengajuan RKAB di Kementerian ESDM, sehingga angka ini masih sangat tentatif atau subject to persetujuan dari Menteri ESDM itu sendiri," jelasnya. Proses persetujuan RKAB ini menjadi krusial bagi kepastian operasional dan penentuan target produksi IATA di tahun mendatang, mengingat regulasi yang ketat di sektor pertambangan Indonesia. Investor dan pelaku pasar akan mencermati perkembangan ini untuk menilai potensi pertumbuhan IATA di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar