Bitcoin Kembali Meroket! Sentimen Institusi Jadi Bahan Bakar, Investor Ketiban Untung?

Bitcoin Kembali Meroket! Sentimen Institusi Jadi Bahan Bakar, Investor Ketiban Untung?

55 NEWS – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor baru, menembus level USD92.000 atau setara dengan Rp1,52 miliar (kurs Rp16.600 per USD) pada perdagangan Selasa malam hingga Rabu pagi. Lonjakan harga ini terjadi setelah sebelumnya Bitcoin sempat tertekan dan memicu likuidasi besar-besaran senilai lebih dari USD250 juta pada pekan lalu. Menguatnya minat dari institusi keuangan global terhadap aset digital menjadi pendorong utama kenaikan ini, di samping sentimen pasar yang pulih pasca koreksi tajam.

COLLABMEDIANET

Kabar akuisisi Innovator Capital Management oleh Goldman Sachs senilai USD2 miliar menjadi sentimen positif. Innovator dikenal sebagai penerbit ETF yang memberikan akses kepada investor tradisional untuk berinvestasi pada Bitcoin melalui instrumen yang terkelola dan sesuai dengan regulasi. Langkah ini memperkuat posisi Goldman Sachs di pasar ETF, terutama di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk-produk berbasis Bitcoin.

 Bitcoin Kembali Meroket! Sentimen Institusi Jadi Bahan Bakar, Investor Ketiban Untung?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain itu, Vanguard, yang sebelumnya enggan berurusan dengan aset digital, kini membuka akses perdagangan ETF Bitcoin di platform mereka. Keputusan ini memberikan kesempatan kepada puluhan juta klien Vanguard untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin melalui instrumen investasi yang teregulasi.

Perubahan kebijakan juga datang dari Bank of America, yang kini memperbolehkan 15.000 penasihat keuangannya untuk merekomendasikan alokasi Bitcoin sebesar 1-4 persen kepada nasabah mereka. Serangkaian keputusan strategis dari institusi-institusi besar ini menjadi katalis penting dalam mendorong penguatan harga Bitcoin.

"Penerimaan dari institusi besar menjadi faktor kunci dalam kenaikan Bitcoin. Langkah Goldman Sachs, Vanguard, hingga Bank of America membuka akses yang lebih luas terhadap produk berbasis Bitcoin telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto," ujar Vice President Indodax, Antony Kusuma, di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Antony menambahkan bahwa pemulihan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh dinamika pasar jangka pendek. "Setelah terkoreksi ke area USD83.800-USD84.000 dan memicu likuidasi besar, pasar langsung menunjukkan minat beli yang kuat. Volume perdagangan global meningkat signifikan dalam 24 jam. Rebound ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap level support yang cukup kuat," jelasnya.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar