55 NEWS – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penguasaan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi fondasi krusial dalam membentuk generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di kancah global. STEM bukan sekadar gabungan mata pelajaran, melainkan pendekatan pembelajaran holistik yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika untuk memecahkan permasalahan riil dalam kehidupan sehari-hari.

Related Post
Pemerintah melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen telah menyusun 109 judul buku STEM, yang terdiri dari Buku Teks Utama (BTU) dan Buku Nonteks (BNT), yang dapat diakses secara digital melalui laman buku.kemendikdasmen.go.id/buku-stem. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan sumber belajar yang relevan dan berkualitas untuk mendukung pembelajaran STEM di seluruh Indonesia.

Mantan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya mempersiapkan masyarakat yang melek teknologi sejak usia dini melalui pembangunan knowledge-based society. Menurutnya, STEM bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kesadaran transendental, dan kemampuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. "Belajar sains bukan sekadar mempelajari teori, tetapi juga mendekatkan murid pada pembentukan karakter dan kehidupan sederhana yang menjadikan mereka saintis yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Selain dukungan pemerintah, peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menjadi kunci dalam penguatan STEM dan pendidikan anak di Indonesia demi mewujudkan generasi emas. Berbagai program pendidikan telah dijalankan di berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua, menunjukkan komitmen BUMN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Salah satu BUMN yang aktif dalam memperkuat STEM adalah Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID. MIND ID telah menyalurkan 30.000 beasiswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, serta membekali 503 guru dengan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, MIND ID juga memberikan keterampilan baru bagi 267 peserta masyarakat dan meningkatkan fasilitas pendidikan di 60 lokasi operasional.
Upaya ini merupakan wujud dukungan Grup MIND ID terhadap pemerintah dalam memperkuat penguasaan STEM di daerah-daerah operasionalnya. Selain itu, MIND ID terus menjalankan berbagai program edukatif dan inovatif di setiap kampanye industri pertambangan yang dijalankan, dengan tujuan mengajak masyarakat luas memahami peran strategis industri pertambangan sebagai fondasi pembangunan peradaban Indonesia sejak usia dini. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami, MIND ID berupaya menumbuhkan minat anak-anak terhadap dunia mineral dan STEM, sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus yang kompeten dan berdaya saing.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar