55 NEWS – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah proaktif dan strategis untuk memastikan ketersediaan energi nasional, khususnya menjelang momen krusial Ramadhan dan Idulfitri 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang masif, didukung oleh sistem pengawasan terdepan: Pertamina Digital Hub. Platform digital ini menjadi tulang punggung dalam memantau dan mengendalikan seluruh rantai pasok energi secara terintegrasi, dari hulu hingga ke titik distribusi akhir.

Related Post
Keberadaan Pertamina Digital Hub bukan sekadar alat monitoring biasa, melainkan sebuah strategi fundamental untuk menjaga level cadangan energi agar senantiasa optimal dan tersedia kapan pun dibutuhkan. Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa adopsi teknologi tinggi ini merupakan manifestasi komitmen perusahaan dalam mengelola energi secara real-time dan efisien. "Digital Hub ini telah terintegrasi penuh dengan seluruh lini bisnis Pertamina, memungkinkan kami memantau setiap aktivitas dan proses bisnis dengan visibilitas yang tak tertandingi," ujar Baron, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Baron lebih lanjut menjelaskan, kapabilitas sistem ini memungkinkan Pertamina untuk memetakan secara kontinu kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap segmen rantai pasok. "Dari eksplorasi di sektor hulu, proses pengolahan di kilang, pergerakan pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, semuanya termonitor. Kami memiliki akses real-time terhadap data komprehensif dan feed kamera pengawasan, bahkan mampu melacak pergerakan setiap detik," paparnya dalam sebuah keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Di sektor hulu, Pertamina Digital Hub memastikan bahwa seluruh operasional berjalan sesuai standar baku yang ketat. Hal ini krusial untuk menjaga target operasional dari masing-masing entitas di hulu, menjamin kelancaran pasokan bahan baku yang vital.
Beralih ke sektor hilir, sistem ini memberikan visibilitas penuh terhadap pergerakan kapal pengangkut produk maupun minyak mentah, termasuk proyeksi waktu kedatangan. Informasi ini esensial untuk perencanaan dan optimalisasi proses pengolahan di enam kilang milik Pertamina. "Optimalisasi operasional kilang dalam negeri menjadi prioritas utama kami, sebuah upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan energi nasional," tutup Baron, seperti dilansir 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar