55 NEWS – Di tengah euforia pertumbuhan pesat model bisnis kemitraan dan lisensi di Indonesia, sebuah alarm peringatan mulai dibunyikan. Sektor yang selama satu dekade terakhir menjadi motor penggerak ekonomi nasional ini, ternyata menyimpan sejumlah tantangan fundamental yang mendesak untuk segera diatasi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kemitraan dan Lisensi Indonesia (Apkelindo), Muhtar Ismanto, menyoroti pentingnya tata kelola yang sehat, berkeadilan, dan berorientasi jangka panjang demi keberlanjutan industri ini.

Related Post
Muhtar Ismanto, dalam keterangannya kepada 55tv.co.id di Jakarta pada Sabtu (10/1/2026), menjelaskan bahwa skema kemitraan telah menjadi katalisator luar biasa. Ribuan merek baru lahir, berkembang, dan berekspansi secara masif, tidak hanya membuka peluang usaha baru yang menjanjikan tetapi juga menciptakan jutaan lapangan kerja di berbagai pelosok negeri. Fenomena ini secara signifikan memperkaya lanskap ekonomi nasional dan memberdayakan wirausahawan lokal dengan model bisnis yang teruji.

Namun, di balik gemerlap pertumbuhan tersebut, Apkelindo mengidentifikasi beberapa "titik rawan" yang memerlukan perhatian serius. Ismanto menyebutkan adanya ketimpangan informasi yang kerap terjadi antara pemberi lisensi dan mitra, minimnya pendampingan yang memadai bagi para mitra, serta perbedaan pemahaman mendasar mengenai implementasi sistem kemitraan yang adil dan berkelanjutan. "Kami melihat industri ini tumbuh sangat cepat, namun fondasinya belum sepenuhnya ditopang oleh sistem yang kuat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan friksi dan menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang," tegasnya.
Menyadari urgensi tersebut, Apkelindo hadir sebagai wadah untuk membangun ekosistem kemitraan yang lebih kokoh dan transparan. "Melalui asosiasi ini, kami berkomitmen untuk menciptakan fondasi yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha kemitraan, mulai dari pemilik merek hingga para mitra," jelas Muhtar. Inisiatif ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa pertumbuhan bisnis kemitraan di Indonesia tidak hanya cepat tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Masa depan industri ini akan sangat bergantung pada kemampuan kolektif untuk mengatasi tantangan-tantangan krusial ini.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar