55 NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali mencetak sejarah dengan menyepakati pembagian dividen tunai yang fantastis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Keputusan yang diambil pada Jumat, 10 April 2026, di Menara BRILiaN Jakarta ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata dari fundamental kinerja yang kokoh dan komitmen berkelanjutan perseroan dalam memberikan nilai tambah optimal bagi negara serta seluruh pemegang saham.

Related Post
Dalam gelaran RUPST yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan terkemuka, termasuk Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Komisaris Utama Parman Nataatmadja, Direktur Utama Hery Gunardi, dan Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, bersama seluruh Dewan Komisaris dan Direksi, disepakati total dividen tunai untuk Tahun Buku 2025 mencapai Rp52,1 triliun. Angka ini setara dengan Rp346,00 per saham. Patut dicatat, jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp20,6 triliun, atau Rp137 per saham, yang telah lebih dulu dibayarkan kepada para investor pada 15 Januari 2026.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penetapan dividen final ini merupakan manifestasi konkret dari dedikasi perseroan untuk menghadirkan imbal hasil yang superior bagi para pemegang saham. "Pembagian dividen yang substansial ini didasari oleh performa keuangan perseroan yang konsisten positif, ditopang oleh penguatan fundamental pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung bisnis inti BRI," ujar Hery. Ia menambahkan, akselerasi transformasi digital juga berperan krusial dalam memperluas jangkauan layanan dan mendorong efisiensi operasional secara signifikan, yang pada akhirnya memperkuat kinerja dan pengelolaan risiko perusahaan.
Keputusan pembagian dividen ini berlandaskan pada capaian laba tahun berjalan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang tercatat sebesar Rp57,132 triliun. Dari jumlah tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. Angka-angka ini tidak hanya menunjukkan profitabilitas yang tinggi, tetapi juga stabilitas finansial yang memungkinkan BRI terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengirimkan sinyal positif ke pasar, memperkuat sentimen investor, dan menegaskan posisi BRI sebagai salah satu pilar utama perbankan di Indonesia.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar