55 NEWS – Jakarta – Suasana pasar modal Indonesia sempat diwarnai ketegangan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami anjlok signifikan. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meluapkan kemarahannya atas kondisi tersebut, terutama menyoroti isu transparansi yang dinilai menggerus kepercayaan investor terhadap bursa efek Tanah Air.

Related Post
Anjloknya IHSG hingga 8 persen pada akhir Januari 2026 lalu, yang bahkan memicu trading halt selama dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari, menjadi pemicu utama reaksi keras dari Kepala Negara. Kejadian ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan pemerintah.

Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, mengungkapkan bahwa kemarahan Presiden Prabowo bukan tanpa alasan. Menurut Hashim, isu transparansi yang mencuat telah berdampak serius pada persepsi investor global terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.
"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ujar Hashim seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Minggu (15/2/2026). Pernyataan ini mengindikasikan adanya dinamika internal yang cukup serius pasca-penurunan IHSG.
Lebih lanjut, Hashim menyoroti adanya persoalan ketidaktransparanan yang membuat pasar dinilai kurang kredibel. Ia bahkan menyebutkan bahwa raksasa keuangan global, Morgan Stanley, telah mengirimkan empat surat resmi kepada pemerintah Indonesia terkait kondisi tersebut. "Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia," imbuhnya, menegaskan betapa seriusnya sorotan dari pihak asing.
Bagi Hashim, fondasi utama pasar modal adalah kepercayaan dan kredibilitas. Ia mengaku telah berdialog dengan delapan investor pada awal pekan ini yang secara tegas menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menjaga integritas pasar. "Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita," tegas Hashim, menggarisbawahi pentingnya respons cepat dari otoritas.
Komitmen pemerintah untuk menjaga kehormatan dan reputasi Indonesia di mata pelaku pasar global menjadi prioritas utama. Hashim menegaskan bahwa bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. "Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," jelasnya.
Ia menambahkan, "Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan. Kehormatan negara kita dipertaruhkan," pungkas Hashim, menggarisbawahi keseriusan situasi ini bagi kepemimpinan nasional dan reputasi ekonomi Indonesia di kancah global.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar