Bursa Efek Indonesia di Ambang Transformasi Besar: Bukan Langsung IPO, Tapi Ada ‘Jalur VIP’ yang Bikin Investor Melek! Apa Rencananya?

Bursa Efek Indonesia di Ambang Transformasi Besar: Bukan Langsung IPO, Tapi Ada 'Jalur VIP' yang Bikin Investor Melek! Apa Rencananya?

55 NEWS – JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menghadapi babak baru dalam sejarah tata kelolanya. Pemerintah secara resmi mengumumkan rencana demutualisasi BEI yang akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan skema private placement sebelum membuka opsi penawaran umum perdana (IPO) kepada publik. Langkah strategis ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya proses yang terukur dan tidak tergesa-gesa demi stabilitas pasar modal nasional.

COLLABMEDIANET

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa fase private placement dipersiapkan sebagai gerbang pembuka sebelum opsi IPO diambil. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan transisi yang mulus dan optimalisasi nilai. "Jadi (demutualisasi dilakukan) bertahap mulai dengan private placement dan yang kedua opsi untuk IPO. Ya biasanya kan bertahap, sesudah private placement baru IPO," tegas Airlangga dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2026, yang diselenggarakan pada Sabtu (14/2/2026), sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id.

Bursa Efek Indonesia di Ambang Transformasi Besar: Bukan Langsung IPO, Tapi Ada 'Jalur VIP' yang Bikin Investor Melek! Apa Rencananya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Wacana demutualisasi BEI sendiri bukanlah hal baru. Gagasan ini telah lama bergulir di kalangan pelaku pasar dan regulator sebagai langkah strategis untuk memperkokoh tata kelola bursa. Melalui mekanisme ini, struktur kepemilikan BEI di masa depan berpotensi menjadi lebih inklusif dan terbuka, mengubahnya dari entitas mutual menjadi perusahaan berorientasi laba yang lebih transparan dan akuntabel, sebelum akhirnya sahamnya dilepas ke publik lewat IPO.

Terkait aspek legalitas, pemerintah juga berambisi merampungkan regulasinya dalam tempo sesingkat-singkatnya. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menargetkan agar seluruh aturan turunan mengenai proses demutualisasi ini sudah bisa diselesaikan sebelum Februari 2026 berakhir. Percepatan regulasi ini krusial untuk memberikan kepastian hukum dan landasan operasional yang kuat bagi tahapan-tahapan selanjutnya.

Langkah demutualisasi bertahap ini dipandang sebagai strategi cerdas untuk mengoptimalkan valuasi dan menarik investor strategis pada fase awal, sekaligus mempersiapkan BEI untuk menjadi entitas yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap dinamika pasar global. Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi BEI sebagai jantung pasar modal Indonesia, tetapi juga membuka peluang investasi baru yang menarik bagi para pelaku pasar.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar