55 NEWS – Kabar gembira menyelimuti pasar modal Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global terkemuka, secara resmi menyetujui seluruh proposal reformasi yang diajukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Persetujuan ini menandai langkah maju signifikan bagi kredibilitas dan daya tarik investasi pasar saham Tanah Air di mata investor internasional. Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, mengonfirmasi bahwa agenda reformasi tersebut kini telah memasuki tahap finalisasi, membuka babak baru bagi pertumbuhan investasi di Indonesia.

Related Post
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI pada Jumat (20/2/2026), Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa beberapa agenda krusial telah mencapai tahap akhir. "Kami ingin memberikan sedikit pembaruan terkait proposal yang telah kami sampaikan kepada Global Index Provider, termasuk MSCI dan FTSE," ujarnya, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Salah satu poin utama yang disetujui adalah kebijakan pengungkapan kepemilikan saham minimal 1% serta granularisasi data kepemilikan, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas bagi investor mengenai struktur kepemilikan saham di emiten-emiten Indonesia.

Selain itu, Jeffrey menambahkan bahwa aturan pencatatan saham terkait ketentuan free float minimal 15% telah merampungkan proses penyusunan regulasi pada 19 Februari lalu. "Peraturan pencatatan yang terkait dengan free float 15% itu per tanggal 19 kemarin sudah selesai proses rule making rule. Saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa yang kemudian nanti draf final akan kami ajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," jelasnya. Kebijakan free float ini krusial untuk memastikan likuiditas pasar dan mencegah dominasi kepemilikan oleh segelintir pihak, sehingga saham lebih mudah diperdagangkan dan menarik minat investor.
BEI juga tengah menyempurnakan metodologi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penyusunan shareholder concentration list, sebuah daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi. Jeffrey menegaskan, daftar ini akan disusun oleh komite lintas divisi dan lintas Self-Regulatory Organization (SRO) guna menjamin proses yang transparan, objektif, dan akuntabel. Langkah-langkah reformasi ini dipandang esensial untuk mengerek kredibilitas pasar modal Indonesia di kancah internasional. Persetujuan dari penyedia indeks global sekelas MSCI menjadi validasi kuat bahwa inisiatif BEI selaras dengan praktik terbaik pasar modal dunia, memberikan sinyal positif yang kuat bagi investor global untuk melirik potensi investasi di Indonesia. "Dan yang terakhir, terkait dengan shareholders concentration list kami akan memastikan prosesnya dilakukan secara proper dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Jeffrey.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar