Dari Sampah Jadi Rupiah! Pertamina Ungkap Inovasi Brilian di Balik Transformasi Limbah Jerami Jadi Sumber Energi dan Produk Bernilai Tinggi, Siap-siap Perekonomian Lokal Melonjak!

Dari Sampah Jadi Rupiah! Pertamina Ungkap Inovasi Brilian di Balik Transformasi Limbah Jerami Jadi Sumber Energi dan Produk Bernilai Tinggi, Siap-siap Perekonomian Lokal Melonjak!

55 NEWS – Sebuah terobosan signifikan dalam pengelolaan limbah pertanian kini tengah mengukir babak baru bagi perekonomian lokal di Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat. Apa yang selama ini dianggap sebagai sisa tak bernilai, yakni limbah jerami, kini berhasil disulap menjadi sumber energi terbarukan dan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. Inisiatif cerdas ini tidak hanya menjanjikan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi model percontohan inovasi berkelanjutan di sektor pertanian.

COLLABMEDIANET

Selama bertahun-tahun, tantangan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan menjadi isu krusial yang dihadapi banyak komunitas agraris. Di Nagari Padang Toboh, tumpukan jerami pascapanen seringkali hanya berakhir dengan pembakaran terbuka, sebuah praktik yang tidak hanya boros sumber daya tetapi juga berkontribusi pada polusi udara dan degradasi lingkungan. Kondisi inilah yang menarik perhatian Pertamina Patra Niaga, yang kemudian bergerak melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau untuk menghadirkan solusi transformatif.

Dari Sampah Jadi Rupiah! Pertamina Ungkap Inovasi Brilian di Balik Transformasi Limbah Jerami Jadi Sumber Energi dan Produk Bernilai Tinggi, Siap-siap Perekonomian Lokal Melonjak!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pertamina Patra Niaga memperkenalkan Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah (SI CADIAK), sebuah program yang dirancang dengan filosofi ekonomi sirkular. Melalui SI CADIAK, limbah pertanian yang sebelumnya hanya dianggap sebagai residu panen, kini diposisikan ulang sebagai aset strategis yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara produktif. Ini adalah pergeseran paradigma fundamental dari "buang" menjadi "nilai tambah."

Pendekatan eco-inovasi menjadi kunci utama dalam proses ini. Jerami diolah secara berkelanjutan, tidak hanya untuk menekan praktik pembakaran terbuka yang merugikan lingkungan, tetapi juga untuk memaksimalkan efektivitas pemanfaatan potensi biomassa lokal. Berbagai metode dan teknologi diterapkan untuk mengonversi jerami menjadi sumber energi alternatif atau bahan baku untuk produk lain, menciptakan rantai nilai baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Dampak ekonomi dan lingkungan dari implementasi SI CADIAK ini sangatlah substansial. Selain berhasil meminimalkan jejak karbon dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem, program ini juga secara langsung memberdayakan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi baru. Petani kini tidak lagi melihat jerami sebagai beban, melainkan sebagai komoditas yang dapat diubah menjadi pendapatan tambahan, memperkuat fondasi ekonomi lokal. Keberhasilan di Nagari Padang Toboh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan model replikasi bagi wilayah lain di Indonesia, mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan, seperti yang dilaporkan oleh 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar