Defisit APBN 2026 Menganga Lebar! Menkeu Purbaya Siap Ambil Langkah Drastis, Termasuk Pangkas Anggaran Program Raksasa Ini Demi Selamatkan Keuangan Negara dari Jurang 3,7%!

Defisit APBN 2026 Menganga Lebar! Menkeu Purbaya Siap Ambil Langkah Drastis, Termasuk Pangkas Anggaran Program Raksasa Ini Demi Selamatkan Keuangan Negara dari Jurang 3,7%!

55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan alarm keras terkait potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Ancaman ini muncul akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Untuk membendung potensi krisis fiskal, Purbaya menegaskan pemerintah siap mengambil langkah tak populer, termasuk meninjau ulang alokasi anggaran pada program-program besar.

COLLABMEDIANET

Dalam kajian simulasi komprehensif yang telah dilakukan, pemerintah mengidentifikasi skenario terburuk: jika harga minyak dunia bertahan di rata-rata USD92 per barel sepanjang tahun, defisit APBN diperkirakan akan membengkak hingga 3,6% hingga 3,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh melampaui batas aman yang diharapkan dan dapat menimbulkan tekanan signifikan terhadap stabilitas makroekonomi nasional.

Defisit APBN 2026 Menganga Lebar! Menkeu Purbaya Siap Ambil Langkah Drastis, Termasuk Pangkas Anggaran Program Raksasa Ini Demi Selamatkan Keuangan Negara dari Jurang 3,7%!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mencegah defisit melampaui ambang batas yang dapat membahayakan kesehatan fiskal negara, serangkaian langkah mitigasi telah disiapkan. Fokus utama adalah pada efisiensi belanja negara, khususnya melalui pemangkasan pada pos-pos belanja non-prioritas di berbagai kementerian/lembaga. Ini merupakan strategi proaktif pemerintah dalam mengendalikan tekanan fiskal di tengah ketidakpastian global.

Salah satu program yang menjadi sorotan tajam dalam upaya penghematan ini adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang tahun ini dialokasikan sebesar Rp335 triliun untuk melayani 82,9 juta penerima ini, akan menjadi target peninjauan. Namun, Purbaya menegaskan bahwa pemangkasan tidak akan menyentuh esensi atau kuantitas makanan yang diterima masyarakat. Sebaliknya, fokus penghematan akan diarahkan pada komponen pendukung yang dianggap kurang efisien atau tidak secara langsung menunjang kualitas gizi.

"Kami sudah melakukan simulasi mendalam. Jika harga minyak mentah rata-rata mencapai USD92 per barel sepanjang tahun, defisit anggaran kita bisa melebar hingga 3,6 persen atau lebih dari PDB," jelas Purbaya kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2026), seperti dilansir 55tv.co.id.

Ia menambahkan, "Jika skenario terburuk itu terjadi, kita akan mengambil langkah-langkah preventif. Di mana penghematan bisa dilakukan? Misalnya, di komponen pendukung program MBG." Purbaya menekankan bahwa penghematan akan difokuskan pada "belanja yang tidak terlalu mendukung langsung penyediaan makanan bergizi itu sendiri," memastikan bahwa kualitas dan kuantitas gizi yang sampai ke masyarakat tidak terganggu. Komitmen terhadap keberlanjutan dan kualitas program MBG sebagai prioritas nasional tetap tak tergoyahkan.

Langkah antisipatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi di tengah gejolak global yang tidak terduga. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dinamika harga minyak dan perkembangan geopolitik, serta siap menyesuaikan kebijakan fiskal demi menjaga kesehatan APBN dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar