Dolar AS Terkapar di Bawah Rp16.900! Rupiah Pamer Kekuatan, Tapi Ekonom Peringatkan Badai Konflik Global Siap Menerjang!

Dolar AS Terkapar di Bawah Rp16.900! Rupiah Pamer Kekuatan, Tapi Ekonom Peringatkan Badai Konflik Global Siap Menerjang!

55 NEWS – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya di awal pekan perdagangan, Selasa (10/3/2026). Rupiah berhasil menembus batas psikologis Rp17.000 per dolar AS, kini diperdagangkan menguat signifikan di pasar spot. Pada pembukaan, nilai tukar rupiah tercatat di Rp16.894 per dolar AS, melonjak 0,33 persen dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp16.949.

COLLABMEDIANET

Momentum positif ini tak berhenti di situ. Data terkini dari Bloomberg pada pukul 09.48 WIB menunjukkan Rupiah terus memperkokoh posisinya, mencapai Rp16.889 per dolar AS, menandai penguatan 0,35 persen. Kinerja impresif Rupiah ini selaras dengan tren pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau merosot 0,12 persen ke level 98,84, mengindikasikan tekanan jual terhadap mata uang Paman Sam di pasar global.

Dolar AS Terkapar di Bawah Rp16.900! Rupiah Pamer Kekuatan, Tapi Ekonom Peringatkan Badai Konflik Global Siap Menerjang!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, di balik euforia penguatan ini, para analis pasar mengingatkan akan potensi gejolak. Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat mata uang dan komoditas terkemuka, memperingatkan bahwa Rupiah masih rentan terhadap tekanan dan berpotensi kembali melemah. Ia memproyeksikan mata uang domestik dapat ditutup di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.000 per dolar AS pada akhir perdagangan.

Penyebab utama kekhawatiran ini adalah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang secara langsung memicu lonjakan drastis harga minyak mentah global. Ibrahim menjelaskan, "Harga minyak telah melonjak hingga 30 persen, menembus angka USD100 per barel dan mendekati puncak yang terlihat saat awal invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022." Pernyataan ini disampaikan Ibrahim dalam wawancara dengan 55tv.co.id, Selasa (10/3/2026).

Pergantian kepemimpinan di Iran, dengan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan Ali Khamenei, ayahnya, juga menjadi sorotan. Pasar menginterpretasikan langkah ini sebagai indikasi kuat bahwa faksi garis keras tetap memegang kendali penuh atas kebijakan Teheran, mengisyaratkan bahwa ketegangan regional kemungkinan besar akan berlarut-larut dan jauh dari kata mereda dalam waktu dekat. Situasi ini berpotensi terus menjadi faktor penekan bagi stabilitas pasar keuangan global, termasuk pergerakan Rupiah.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar