Dompet Teriak! Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras & Minyak Goreng Meroket Tajam: Komoditas Lain Ikut Terbang, Siapa yang Paling Terdampak?

Dompet Teriak! Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras & Minyak Goreng Meroket Tajam: Komoditas Lain Ikut Terbang, Siapa yang Paling Terdampak?

55 NEWS – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan momen suci Ramadhan di tahun 2026, masyarakat dihadapkan pada realitas ekonomi yang cukup menantang. Sejumlah komoditas pangan pokok menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan, berpotensi membebani anggaran rumah tangga. Data terbaru dari panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin (16/2/2026) mengungkap adanya lonjakan harga pada beberapa item krusial, mulai dari beras hingga minyak goreng dan daging.

COLLABMEDIANET

Kenaikan harga yang paling terasa terjadi pada sektor perberasan dan minyak. Beras medium non-SPHP, misalnya, tercatat mengalami apresiasi sebesar 0,02 persen, mencapai level Rp13.890 per kilogram. Sementara itu, beras khusus lokal juga tidak luput dari kenaikan, melonjak 0,59 persen menjadi Rp15.752 per kilogram. Di sisi lain, harga minyak goreng juga merangkak naik. Minyak goreng kemasan terpantau naik 0,88 persen menjadi Rp21.178 per liter, sedangkan minyak goreng curah mengalami kenaikan yang lebih substansial, yakni 1,81 persen, bertengger di angka Rp18.021 per kilogram.

Dompet Teriak! Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras & Minyak Goreng Meroket Tajam: Komoditas Lain Ikut Terbang, Siapa yang Paling Terdampak?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya itu, gejolak harga juga merambah ke komoditas perikanan. Ikan kembung menunjukkan kenaikan 0,99 persen menjadi Rp45.761 per kilogram. Disusul oleh ikan tongkol yang naik 0,34 persen menjadi Rp37.130 per kilogram, dan ikan bandeng yang terkerek 0,47 persen menjadi Rp36.942 per kilogram. Kebutuhan dapur lainnya, garam konsumsi, juga tidak ketinggalan, dengan kenaikan 0,67 persen mencapai Rp11.487 per kilogram. Peningkatan harga paling drastis tercatat pada daging kerbau segar lokal, yang melonjak 5,83 persen hingga menyentuh Rp153.611 per kilogram, sebuah angka yang tentu memberatkan konsumen.

Fenomena kenaikan harga ini menjadi perhatian serius bagi para ekonom dan pembuat kebijakan, mengingat momen Imlek dan Ramadhan biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan yang berpotensi memicu inflasi lebih lanjut. Stabilitas harga pangan menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah persiapan menyambut hari raya.

Namun, di tengah gelombang kenaikan, ada beberapa kabar baik dari pasar. Sejumlah komoditas pangan justru menunjukkan tren penurunan harga, memberikan sedikit angin segar bagi konsumen. Beras premium tercatat terkoreksi 0,30 persen menjadi Rp15.465 per kilogram. Demikian pula dengan beras medium, yang mengalami penurunan 0,55 persen menjadi Rp13.271 per kilogram, dan beras SPHP yang melandai 0,25 persen menjadi Rp12.409 per kilogram.

Komoditas lain yang turut mengalami depresiasi harga antara lain jagung peternak, yang turun 2,76 persen menjadi Rp6.695 per kilogram, serta kedelai biji kering impor yang terkoreksi 1,65 persen menjadi Rp10.770 per kilogram. Bumbu dapur esensial seperti bawang merah juga menunjukkan penurunan 2,73 persen menjadi Rp39.947 per kilogram, dan bawang putih yang turun 1,55 persen menjadi Rp38.071 per kilogram. Kategori cabai pun ikut melandai; cabai merah keriting turun 1,49 persen menjadi Rp43.317 per kilogram, dan cabai merah besar mengalami koreksi paling dalam, yakni 3,86 persen, menjadi Rp39.174 per kilogram.

Fluktuasi harga ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari pasokan, permintaan, hingga kondisi cuaca dan kebijakan pemerintah. Pemerintah melalui Bapanas diharapkan terus memantau dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan, memastikan ketersediaan pasokan, dan melindungi daya beli masyarakat jelang perayaan besar. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan harga komoditas dapat diakses melalui portal berita ekonomi terkemuka seperti 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar