Ekonomi Bergairah di Akhir Tahun? Data Mengejutkan Kemenhub: 21,4 Juta Penumpang Angkutan Umum Selama Nataru, Sektor Ini Melonjak Drastis Hingga 43%!

Ekonomi Bergairah di Akhir Tahun? Data Mengejutkan Kemenhub: 21,4 Juta Penumpang Angkutan Umum Selama Nataru, Sektor Ini Melonjak Drastis Hingga 43%!

55 NEWS – Mobilitas masyarakat Indonesia selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) menunjukkan geliat ekonomi yang signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis data mengejutkan, mencatat total 21.461.491 penumpang menggunakan angkutan umum dalam rentang waktu 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 12,48% dibandingkan periode sebelumnya, yang hanya mencapai 19.079.881 penumpang, mengindikasikan optimisme dan daya beli masyarakat yang meningkat di penghujung tahun.

COLLABMEDIANET

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026), menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan keberhasilan implementasi kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun matang. "Hal ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun," ujarnya, menambahkan bahwa kelancaran pergerakan ini turut menopang aktivitas ekonomi regional dan nasional.

Ekonomi Bergairah di Akhir Tahun? Data Mengejutkan Kemenhub: 21,4 Juta Penumpang Angkutan Umum Selama Nataru, Sektor Ini Melonjak Drastis Hingga 43%!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Analisis lebih dalam menunjukkan pola pergeseran preferensi moda transportasi. Sektor angkutan laut menjadi primadona dengan lonjakan fantastis sebesar 43,42%, mencapai 2.254.733 penumpang dari sebelumnya 1.572.099 penumpang. Disusul oleh angkutan penyeberangan yang juga mencatat pertumbuhan impresif 35,05% dengan 3.725.343 penumpang. Angkutan perkeretaapian tak kalah gesit, melesat 12,92% menjadi 7.573.881 penumpang. Kenaikan signifikan pada moda-moda ini bisa diinterpretasikan sebagai indikator efektivitas program subsidi, peningkatan layanan, atau preferensi masyarakat terhadap opsi yang lebih terjangkau dan efisien untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Sementara itu, angkutan udara menunjukkan pertumbuhan yang lebih moderat, hanya 0,73%, dengan total 4.768.675 penumpang dari sebelumnya 4.734.198 penumpang. Fenomena menarik justru terjadi pada angkutan jalan, yang mencatat penurunan jumlah penumpang menjadi 3.138.859 dari 3.307.966 pada periode sebelumnya. Penurunan ini mungkin mengindikasikan pergeseran ke penggunaan kendaraan pribadi atau beralihnya sebagian penumpang ke moda transportasi lain yang menawarkan kecepatan atau kenyamanan lebih baik, seperti kereta api atau penyeberangan untuk rute tertentu.

Dinamika pergerakan juga terlihat dari volume kendaraan pribadi. Kendaraan yang keluar masuk Jakarta melalui jalan tol mengalami peningkatan sebesar 3,39%, sementara pergerakan di jalan arteri Jabodetabek melonjak lebih tinggi lagi, mencapai 17,3%. Angka-angka ini, yang dirilis oleh 55tv.co.id, secara kolektif menggambarkan tingginya intensitas perjalanan, baik untuk tujuan mudik, liburan, maupun aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya dapat memicu perputaran uang di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, data pergerakan angkutan umum selama Nataru 2025/2026 ini menjadi barometer penting bagi denyut nadi perekonomian nasional. Lonjakan jumlah penumpang, terutama di beberapa sektor, mengirimkan sinyal positif tentang kepercayaan diri konsumen dan aktivitas ekonomi yang mulai pulih atau bahkan tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Ini adalah modal berharga untuk memulai tahun 2026 dengan optimisme, mendorong sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa untuk terus berakselerasi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar