Ekonomi RI di Ambang Lompatan Besar? Sektor Keuangan Cetak Rekor Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2021, Ini Pemicu dan Dampaknya!

Ekonomi RI di Ambang Lompatan Besar? Sektor Keuangan Cetak Rekor Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2021, Ini Pemicu dan Dampaknya!

55 NEWS – Sektor jasa keuangan Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif, mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 7,92 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal keempat tahun 2025. Angka ini menandai laju ekspansi tertinggi yang pernah tercatat sejak Juni 2021, memberikan sinyal positif yang kuat bagi perekonomian nasional. Kontribusi sektor ini terhadap PDB juga semakin signifikan, terlihat dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang kini mencapai 184 persen terhadap PDB, didorong oleh partisipasi pasar modal yang meningkat serta diversifikasi produk keuangan yang semakin luas.

COLLABMEDIANET

Pencapaian gemilang ini ditegaskan oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam webinar Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (19/2/2026). "Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa sektor jasa keuangan berhasil tumbuh 7,92% secara tahunan pada periode yang sama, sebuah laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal II tahun 2021," jelas Friderica, seperti dikutip oleh 55tv.co.id.

Ekonomi RI di Ambang Lompatan Besar? Sektor Keuangan Cetak Rekor Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2021, Ini Pemicu dan Dampaknya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Friderica lebih lanjut menjelaskan bahwa lonjakan pertumbuhan sektor jasa keuangan ini didukung oleh kinerja positif dari beberapa subsektor kunci. Di antaranya adalah subsektor Asuransi dan Dana Pensiun, serta Penunjang Keuangan, yang berhasil membukukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. Capaian ini patut diapresiasi mengingat kedua subsektor tersebut sempat mengalami pertumbuhan negatif dalam dua tahun sebelumnya, menunjukkan adanya momentum pemulihan dan penguatan yang signifikan.

Secara rinci, rasio aset dan produk keuangan yang mencapai Rp24.773 triliun atau 104 persen dari PDB tersebut terdiri dari Kapitalisasi Pasar dan Surat Utang Beredar. Sementara itu, Aset Perbankan tercatat sebesar Rp13.889 triliun atau 58,3 persen dari PDB. Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) serta Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) menyumbang aset sebesar Rp4.056 triliun atau 17 persen. Tidak ketinggalan, Aset Lembaga Keuangan Pasar Modal sebesar Rp87,67 triliun atau 0,4 persen, dan aset Dana Kelolaan sebesar Rp1.043 triliun atau 4,4 persen.

Menatap ke depan, Friderica menegaskan komitmen OJK untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap solid. Untuk mencapai tujuan tersebut, OJK telah menetapkan tiga kebijakan prioritas utama. Pertama, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan secara menyeluruh. Kedua, pengembangan ekosistem keuangan yang semakin kontributif dan inklusif terhadap perekonomian nasional. Dan ketiga, pendalaman pasar keuangan yang berkelanjutan, termasuk upaya penguatan keuangan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan sosial. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memastikan sektor keuangan terus menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar