Ekonomi RI Terancam Melambat! Tahun 2026 Diprediksi Tumbuh Tak Lebih dari 5,1%

Ekonomi RI Terancam Melambat! Tahun 2026 Diprediksi Tumbuh Tak Lebih dari 5,1%

55 NEWS – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan proyeksi yang kurang menggembirakan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026. Lembaga tersebut memperkirakan ekonomi hanya akan tumbuh di kisaran 4,9% hingga 5,1%. Angka ini mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi belum akan mengalami akselerasi signifikan, meskipun masih menunjukkan resiliensi di tengah tantangan global.

COLLABMEDIANET

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengungkapkan bahwa belum ada sinyal kuat yang mengindikasikan prospek ekonomi yang lebih baik pada tahun 2026. Bahkan, ia mewanti-wanti bahwa kondisi tahun depan berpotensi lebih menantang dibandingkan tahun 2025.

 Ekonomi RI Terancam Melambat! Tahun 2026 Diprediksi Tumbuh Tak Lebih dari 5,1%
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Faisal menjelaskan bahwa penurunan ekspor neto akan menjadi faktor utama yang menekan pertumbuhan. Meskipun ada potensi kenaikan marginal pada belanja pemerintah, konsumsi rumah tangga, dan investasi, kenaikan tersebut diperkirakan tidak akan cukup untuk mengkompensasi dampak negatif dari menyempitnya ekspor neto.

CORE Indonesia juga menyoroti indikasi pelemahan pada indikator-indikator utama seperti konsumsi rumah tangga dan investasi. Pertumbuhan kredit konsumsi terus menunjukkan tren penurunan dari Februari hingga Oktober 2025. Data menunjukkan penurunan dari 10,2% pada Februari menjadi 6,9% secara tahunan pada Oktober 2025.

Selain itu, pemulihan ekonomi di kalangan kelas menengah juga belum terlihat menggembirakan. Penjualan rumah di segmen menengah dan besar masing-masing mengalami kontraksi sebesar minus 12% dan minus 23% pada kuartal III 2025.

Di sektor investasi, modal asing diperkirakan akan mengalami penurunan pada tahun 2025 dan berpotensi berlanjut hingga tahun 2026 jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan untuk memulihkan kepercayaan investor. Data kuartal I-III 2025 menunjukkan investasi asing mengalami kontraksi sebesar minus 1%, sementara investasi domestik tumbuh 30%.

Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi melambat, Indonesia masih memiliki peluang untuk mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi jika pemerintah mampu mempercepat agenda industrialisasi. Langkah-langkah strategis dan kebijakan yang tepat dapat menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar