55 NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) secara resmi memberikan tanggapan terkait wacana pemerintah untuk mengkaji ulang posisi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang saat ini berada dalam struktur Holding Ultra Mikro (UMi) di bawah koordinasi Danantara. Di tengah dinamika kebijakan yang berkembang, BRI menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam menjaga keberlanjutan dan penguatan akses pembiayaan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung vital perekonomian nasional.

Related Post
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menggarisbawahi secara tegas bahwa peran UMKM sangat krusial dalam menopang geliat ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, BRI menyambut optimis setiap langkah strategis yang diambil pemerintah, termasuk potensi transformasi pada struktur PNM, dengan keyakinan bahwa inisiatif tersebut akan berujung pada penguatan ekosistem pembiayaan yang lebih terarah dan inklusif bagi para pelaku usaha kecil. "UMKM memegang peranan krusial dalam geliat ekonomi negeri ini. Kami sangat yakin pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan," tutur Dhanny kepada awak media, sebagaimana dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Pada prinsipnya, BRI menyatakan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang digulirkan oleh pemegang saham pengendali, khususnya dalam upaya memperkuat pendanaan UMKM. Sinergi antara BRI dan PNM dalam kerangka Holding UMi selama ini telah membuktikan efektivitasnya dalam memperluas jangkauan modal serta meningkatkan literasi keuangan di segmen ultra mikro. Keberhasilan kolaborasi ini tercermin dari data sepanjang tahun 2025, di mana sebanyak 1,4 juta nasabah ultra mikro berhasil "naik kelas" ke jenjang usaha yang lebih tinggi. Angka tersebut menandai pertumbuhan signifikan sebesar 11,82 persen secara tahunan, mengindikasikan dampak positif yang nyata terhadap pemberdayaan ekonomi di lapisan akar rumput.
Meskipun terdapat potensi perubahan dalam struktur kepemilikan salah satu anggota holdingnya, Dhanny menjamin bahwa BRI akan senantiasa mencermati dan mengikuti arahan dari regulator serta pemegang saham. Perseroan memastikan bahwa seluruh operasional akan tetap berjalan dengan berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian (prudent), menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), dan senantiasa mengedepankan manajemen risiko yang kuat. "Kami akan patuh pada arahan regulator dan memastikan seluruh operasional tetap prudent sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik," tegasnya, memberikan jaminan stabilitas di tengah potensi perubahan struktural.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar