55 NEWS – Ibu Kota dikejutkan kabar baik dari sektor pangan nasional. Indonesia kini menikmati surplus beras yang signifikan, sebuah pencapaian yang menandai keberhasilan program swasembada pangan. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Bulog dilaporkan mencapai 3,3 juta ton per Februari 2026, setelah produksi beras nasional di tahun 2025 menyentuh angka impresif 34,71 juta ton.

Related Post
Namun, di balik capaian gemilang ini, muncul tantangan logistik yang mendesak. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, mengungkapkan optimisme terhadap peningkatan produksi yang berkelanjutan. Ia memproyeksikan, dalam kurun waktu tiga bulan mendatang, volume stok beras di Bulog berpotensi melonjak drastis hingga menyentuh angka 6 juta ton. Angka ini jauh melampaui kapasitas penyimpanan gudang Bulog yang saat ini hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton.

"Kemungkinan 3 bulan ke depan (stok CBP di Bulog) 6 juta ton, sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton," ujar Amran, seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Sabtu (14/2/2026).
Amran menambahkan, bahkan hingga akhir Februari ini, estimasi stok beras yang dikelola Bulog diperkirakan mencapai 3,94 juta ton. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Bulog telah mengambil langkah proaktif dengan menyewa gudang tambahan berkapasitas 1 juta ton. Kendati demikian, laju peningkatan produksi beras nasional yang masif ini telah membuat infrastruktur penyimpanan yang ada menjadi tidak lagi memadai, memicu kebutuhan akan solusi jangka panjang dan investasi pada fasilitas penyimpanan modern.
Situasi ini menyoroti dilema positif di sektor pangan Indonesia: keberhasilan swasembada yang luar biasa kini menuntut adaptasi cepat dalam infrastruktur logistik. Tantangan bagi pemerintah dan Bulog adalah bagaimana mengelola surplus ini secara efisien agar tidak menimbulkan masalah baru, sekaligus memastikan stabilitas pasokan dan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas. Kelebihan stok yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menekan harga gabah petani, sementara kurangnya kapasitas penyimpanan dapat mengancam kualitas dan ketersediaan beras dalam jangka panjang.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar