55 NEWS – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan kabar gembira terkait program Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia. Komitmen pendanaan dari investor internasional untuk proyek transisi energi di Indonesia melonjak signifikan, menandakan kepercayaan yang kuat terhadap potensi energi terbarukan di Tanah Air.

Related Post
Airlangga mengungkapkan bahwa komitmen awal sebesar USD20 miliar kini telah meningkat menjadi USD21,4 miliar. "Komitmen awal USD20 miliar, sekarang sudah naik menjadi USD21,4 miliar. Dari jumlah itu, USD11 miliar berasal dari IPG (International Partners Group) dan USD10 miliar dari GFANZ (Glasgow Financial Alliance for Net Zero)," jelas Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Peningkatan komitmen pendanaan ini, menurut Airlangga, adalah bukti nyata kepercayaan komunitas internasional terhadap proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia. Hal ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di masa depan.
Dari total komitmen JETP, Airlangga menyebutkan bahwa dana yang sudah berhasil dimobilisasi mencapai USD3,1 miliar melalui skema JETP. Selain itu, USD5,5 miliar lainnya sedang dalam tahap negosiasi untuk membiayai proyek-proyek konkret di lapangan.
Beberapa proyek strategis yang sudah berjalan atau sedang diidentifikasi dalam kerangka JETP antara lain Green Corridor Sulawesi, program de-dieselisasi (penggantian pembangkit listrik diesel dengan energi terbarukan), pengembangan geothermal di Sumatera, dan proyek Waste to Energy (WTE) yang dikombinasikan dengan ASEC. Proyek-proyek ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar