Gawat! Hotel Terancam Gulung Tikar? Biang Keroknya Ternyata…

Gawat! Hotel Terancam Gulung Tikar? Biang Keroknya Ternyata...

55 NEWS – Para pengusaha hotel di Indonesia kini tengah menjerit akibat persaingan bisnis yang dinilai tidak sehat. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengungkapkan bahwa menjamurnya homestay dan sewa apartemen harian menjadi penyebab utama tertekannya bisnis perhotelan.

COLLABMEDIANET

Menurut Maulana, praktik bisnis homestay dan sewa apartemen harian ini banyak yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa klasifikasi usaha untuk homestay atau penyewaan rumah pribadi dan apartemen seharusnya masuk dalam kategori akomodasi jangka panjang, bukan jangka pendek yang disewakan harian atau bahkan per jam.

 Gawat! Hotel Terancam Gulung Tikar? Biang Keroknya Ternyata...
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Banyak kos-kosan, villa, atau rumah yang diperjualbelikan sebagai akomodasi harian. Padahal, menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), mereka seharusnya tidak boleh disewakan harian," tegas Maulana saat dihubungi 55tv.co.id, Jumat (30/5/2025).

Salah satu masalah utama adalah banyak homestay dan sewa apartemen harian yang beroperasi tanpa izin yang jelas dan terhindar dari kewajiban pajak yang seharusnya dikenakan pada sektor pariwisata. Hal ini membuat mereka dapat menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan hotel, menciptakan persaingan yang tidak adil.

"Bayangkan, rumah tidak punya izin, hanya membayar PBB dan pajak penghasilan yang tidak jelas tenaga kerjanya, tapi bisa disewakan harian," ungkap Maulana. Ia mencontohkan kasus di Bali, di mana banyak akomodasi tanpa izin seperti villa dan homestay yang beroperasi secara bebas.

Kondisi ini tentu merugikan pengusaha hotel yang taat pada peraturan dan membayar pajak sesuai ketentuan. PHRI berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan praktik bisnis homestay dan sewa apartemen harian yang ilegal, sehingga tercipta persaingan yang sehat dan adil di industri pariwisata.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar