55 NEWS – Pasar modal Indonesia memulai tahun 2026 dengan gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan performa impresif pada sesi perdagangan pertama hari Jumat, 2 Januari 2026, ditutup menguat signifikan 0,90 persen ke level 8.724. Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif yang kuat di kalangan investor di tengah awal tahun yang penuh ekspektasi.

Related Post
Aktivitas perdagangan pada sesi I terpantau sangat dinamis dan semarak. Total volume transaksi saham mencapai 24,2 miliar lembar, dengan nilai transaksi yang fantastis sebesar Rp11,7 triliun. Data pergerakan saham menunjukkan dominasi penguatan, di mana 487 saham berhasil naik, sementara 228 saham melemah, dan 243 saham lainnya stagnan. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar emiten menikmati momentum positif dan kepercayaan pasar yang meningkat.

Tak hanya IHSG, beberapa indeks acuan lainnya juga turut merasakan euforia pasar. Indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar, menguat 0,31 persen. Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) menunjukkan performa yang lebih cemerlang dengan kenaikan 1,03 persen. Indeks IDX30 juga tidak ketinggalan, meski hanya naik tipis 0,04 persen, dan indeks MNC36 berhasil menguat 0,17 persen.
Sektor-sektor yang menjadi penopang utama kenaikan IHSG pada sesi ini meliputi energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, transportasi, industri, teknologi, dan bahan baku. Kontribusi dari sektor-sektor ini menjadi bukti diversifikasi kekuatan pasar yang mampu mendorong indeks ke zona hijau. Namun, tidak semua sektor mampu mengikuti tren positif; sektor keuangan dan kesehatan masih terlihat tertekan dan mencatatkan pelemahan pada sesi perdagangan pagi.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar