Geger 1.000 Ton Beras Ilegal Terbongkar! Mentan Amran Bongkar Dampak Mengerikan yang Jauh Lebih Parah dari Kerugian Uang, Petani Bisa Menjerit!

Geger 1.000 Ton Beras Ilegal Terbongkar! Mentan Amran Bongkar Dampak Mengerikan yang Jauh Lebih Parah dari Kerugian Uang, Petani Bisa Menjerit!

55 NEWS – Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan keras menyusul terungkapnya penyelundupan 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada 19 Januari 2026. Amran menegaskan, masuknya komoditas haram ini bukan sekadar merugikan negara secara materi, melainkan membawa ancaman laten yang jauh lebih berbahaya bagi fondasi pertanian nasional dan kesejahteraan jutaan petani.

COLLABMEDIANET

Dalam pernyataan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Rabu (21/1/2026), Mentan Amran menyoroti bahwa keberadaan beras ilegal berpotensi besar meruntuhkan semangat juang petani untuk berproduksi. Padahal, sektor pertanian saat ini tengah menikmati surplus produksi beras. "Dampak lanjutan yang jauh lebih berbahaya adalah demotivasi petani untuk berproduksi, serta peningkatan risiko masuknya penyakit melalui komoditas ilegal yang tidak terkontrol. Kerugian ini melampaui angka materi," tegas Amran.

Geger 1.000 Ton Beras Ilegal Terbongkar! Mentan Amran Bongkar Dampak Mengerikan yang Jauh Lebih Parah dari Kerugian Uang, Petani Bisa Menjerit!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ia menjelaskan, sekitar 115 juta petani di seluruh Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Kehadiran beras ilegal di tengah melimpahnya produksi domestik secara langsung akan menekan harga gabah di tingkat petani, memangkas potensi pendapatan mereka secara signifikan. "Jika harga gabah anjlok Rp1.000 saja per kilogram, petani dengan satu hektare sawah bisa kehilangan sekitar Rp5 juta. Bagi mereka, kehilangan Rp10 ribu atau Rp100 ribu saja sudah sangat berarti," urai Amran, menggambarkan betapa rentannya ekonomi petani.

Selain pukulan ekonomi, Mentan juga mewanti-wanti bahaya serius dari potensi penyebaran penyakit melalui komoditas ilegal yang luput dari prosedur karantina. Ia mencontohkan tragedi penyakit hewan di masa lampau yang mengakibatkan populasi sapi nasional menyusut hingga sekitar 6 juta ekor, dengan estimasi kerugian mencapai triliunan rupiah. Insiden tersebut menjadi pengingat pahit akan dampak destruktif dari kelalaian dalam pengawasan komoditas impor.

Oleh karena itu, Mentan Amran mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku penyelundupan beras ilegal ini. Tindakan tegas diperlukan tidak hanya sebagai efek jera, tetapi juga untuk melindungi kedaulatan pangan dan menjaga stabilitas ekonomi petani yang menjadi tulang punggung bangsa.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar